Operasi Ketupat Toba 2026 Tekan Gangguan Kamtibmas dan Kecelakaan Lalu Lintas

  • 31 Mar 2026 16:48 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara mencatat hasil positif selama pelaksanaan Operasi Ketupat Toba 2026. Tercatat adanya penurunan signifikan pada angka gangguan kamtibmas maupun kecelakaan lalu lintas, selama periode pengamanan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Berdasarkan data Polda Sumut, jumlah gangguan kamtibmas pada periode sebelum Operasi Ketupat 2026, yakni 28 Februari hingga 12 Maret 2026 sebanyak 2.340 kejadian. Sementara selama pelaksanaan Operasi Ketupat Toba 2026 pada 13 Maret hingga 25 Maret 2026, jumlah kejadian turun menjadi 1.772 kasus.

Dengan demikian, terjadi penurunan sebanyak 568 kejadian atau 24,27 persen. Ini menunjukkan efektivitas pengamanan terpadu yang dilakukan Polda Sumut bersama seluruh jajaran dan unsur terkait.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan mengatakan angka kecelakaan lalu lintas juga mengalami penurunan cukup tajam. Selama Operasi Ketupat Toba 2026, tercatat 134 kejadian laka lantas, lebih rendah dibanding periode yang sama pada tahun 2025 yang mencapai 191 kejadian.

"Artinya, terdapat penurunan 57 kasus atau 29,8 persen," kata Ferry Walintukan, di Medan, Selasa 31 Maret 2026.

Ia mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh personel pengamanan di lapangan. Selain itu, meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menjaga ketertiban dan keselamatan selama momentum mudik dan arus balik Lebaran juga ikut berkontribusi pada penurunan jumlah kasus.

“Penurunan gangguan kamtibmas dan kecelakaan lalu lintas ini menjadi indikator bahwa pelaksanaan Operasi Ketupat Toba 2026 berjalan efektif. Ini adalah hasil sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, instansi terkait, serta partisipasi masyarakat yang semakin baik dalam menjaga keamanan dan ketertiban,” katanya.

Ferry menyampaikan pengamanan selama operasi tidak hanya difokuskan pada jalur mudik dan balik. Tetapi juga mencakup pusat keramaian, objek wisata, rumah ibadah, terminal, pelabuhan, stasiun, hingga bandara yang mengalami peningkatan mobilitas masyarakat.

“Polda Sumut dan jajaran mengedepankan langkah preemtif, preventif, serta penegakan hukum secara selektif. Tujuannya agar masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman, nyaman, dan lancar,” ujarnya.

Pasca berakhirnya timeline Operasi Ketupat Toba 2026 pada 13–25 Maret 2026, Polda Sumut tetap melanjutkan pengamanan melalui kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD). Hal ini guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas setelah puncak arus mudik dan balik, termasuk aktivitas masyarakat di kawasan wisata, pusat perbelanjaan, dan jalur-jalur utama transportasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....