Mendagri Apresiasi Penanganan Pascabencana Pemkab Tapsel

  • 28 Mar 2026 09:43 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Tapanuli Selatan - Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian dan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, secara resmi menyerahkan kunci hunian tetap (huntap) sebanyak 120 unit. Huntap tahap I ini diserahkan kepada masyarakat korban bencana di Dusun Tamansari Desa Hapesong Baru, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan.

Tito Karnavian memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) yang dinilai paling cepat dalam penanganan pascabencana dibanding daerah lain. Menurut Tito, percepatan pembangunan huntap sangat bergantung pada kesiapan pemerintah daerah, khususnya dalam penyusunan data by name by address yang diverifikasi Badan Pusat Statistik (BPS).

“Tapanuli Selatan menjadi salah satu daerah tercepat, kolaborasi pemerintah daerah, BPS, TNI-Polri, dan seluruh unsur berjalan sangat baik. Negara telah menyalurkan berbagai bantuan mulai dari dana tunggu hunian, bantuan lauk pauk harian, bantuan perabotan Rp3 juta, hingga stimulan ekonomi Rp5 juta bagi masyarakat terdampak," ucap Tito, pada acara penyerahan huntap, di Tapsel, Jumat 27 Maret 2026.

Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian besar pemerintah pusat terhadap masyarakat Tapanuli Selatan. Menurutnya, kehadiran negara benar-benar dirasakan masyarakat sejak awal bencana hingga proses pemulihan.

"Pemerintah pusat hadir luar biasa. Presiden, Wakil Presiden, para menteri terus memberi perhatian. Bahkan pada hari libur dan hari besar kami tetap melakukan koordinasi. Ini bukti kesungguhan negara membantu rakyat,” ujar Gus Irawan.

Ia menegaskan keberhasilan percepatan pembangunan huntap tidak lepas dari dorongan Mendagri yang secara konsisten mengingatkan pentingnya validasi data korban. antuan pemerintah pusat yang telah diterima masyarakat. Di antaranya, santunan korban meninggal dunia, bantuan stimulan rumah rusak, bantuan perabotan, bantuan ekonomi produktif, hingga jaminan hidup bulanan bagi warga terdampak.

"Semua fasilitas negara sebenarnya sudah tersedia. Kuncinya ada pada kecepatan daerah dalam menyiapkan data yang valid,” ujar Gus Irawan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....