Bupati Tapsel Apresiasi Peran Ormas dan OKP saat Bencana
- 17 Mar 2026 10:31 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Tapsel- Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu menggelar acara buka puasa bersama dengan organisasi kemasyarakatan (Ormas) dan organisasi kepemudaan (OKP) di Mesjid Syahrun Nur Kabupaten Tapanuli Selatan Sipirok, pada Jumat, 13 Maret 2026. Kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat dalam upaya membangun daerah.
Gus Irawan mengucapkan terima kasih atas kehadiran serta dukungan seluruh Ormas dan OKP yang selama ini turut berkontribusi membantu masyarakat, khususnya saat terjadi bencana di Tapsel.
“Saya sangat berterima kasih kepada seluruh organisasi yang hadir saat bencana dan turut membantu masyarakat. Berkat keguyuban dan kebersamaan kita, berbagai bantuan dapat tersalurkan kepada masyarakat yang terdampak,” ujarnya.
Gus Irawan berharap seluruh Ormas dan OKP dapat mengambil peran sesuai bidang masing-masing dalam membantu proses pemulihan masyarakat, baik secara sosial, ekonomi maupun psikologis.
“Misalnya dari Majelis Ulama Indonesia dan Dewan Masjid Indonesia dapat memberikan tausiyah untuk penyembuhan psikologis masyarakat. Organisasi kepemudaan juga bisa memberikan motivasi dan semangat agar masyarakat kembali bangkit,” katanya.
Menurut Gus Irawan, tahun ini merupakan tahun yang cukup berat bagi Kabupaten Tapanuli Selatan pasca bencana yang terjadi pada 25 November 2025.
“Berdasarkan hasil kajian R3P, lebih dari 3.000 hektare sawah terdampak bencana. Selain itu, tercatat sebanyak 2.146 unit rumah masyarakat mengalami kerusakan, dengan rincian 188 unit rusak ringan, 126 rusak sedang, dan 1.832 unit rusak berat. Sekitar 7.000 jiwa masyarakat terdampak, dan lebih dari 6.000 debitur BRI juga merasakan dampaknya,” ucap Gus Irawan.
Ia menambahkan, dampak bencana tersebut turut mempengaruhi pertumbuhan ekonomi daerah. Sebelum bencana besar pada 25 November lalu, seluruh indikator makro ekonomi Tapanuli Selatan masih dalam kondisi baik. Namun setelah bencana terjadi, pertumbuhan ekonomi daerah mengalami penurunan hingga tersisa 2,4 persen pada triwulan IV/2025, sehingga secara keseluruhan pertumbuhan ekonomi Tapsel pada akhir 2025 tercatat di angka 4,39 persen.
Pada awal Maret lalu, pemerintah juga telah menyalurkan dana stimulan sebesar Rp5 juta kepada masyarakat terdampak bencana. Meski jumlah tersebut dinilai belum mencukupi, bantuan itu diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat.
Namun demikian, Gus Irawan mengakui bahwa upaya pemulihan saat ini masih bersifat solusi sementara karena banyak masyarakat yang kehilangan mata pencaharian. Oleh sebab itu, peran negara dan seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan dalam proses pemulihan tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....