Bupati Tapsel Apresiasi Pembangunan Huntara Korban Bencana

  • 11 Mar 2026 09:06 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan- Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia, Dody Hanggodo, bersama Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu melaksanakan sahur dan salat Subuh berjamaah bersama warga terdampak bencana di Hunian Sementara (Huntara) Desa Napa, Kecamatan Batangtoru pada Senin, 9 Maret 2026.

Kegiatan yang mengusung tema “Bangkit dari Duka Raih Takwa, Ramadhan Penyembuh Luka” tersebut menjadi momen kebersamaan pemerintah dan masyarakat dalam membangkitkan semangat warga yang tengah menjalani masa pemulihan pascabencana.

Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu mengapresiasi kepada Menteri PU dan seluruh pihak yang telah memberikan perhatian besar kepada masyarakat Tapsel pascabencana.

“Terima kasih kepada Pak Menteri dan seluruh jajaran yang telah memberikan perhatian luar biasa. Insya Allah target kita sebelum lebaran, saudara-saudara kita yang terdampak bencana sudah tidak ada lagi yang tinggal di pengungsian. Semua sudah menempati hunian sementara yang telah disiapkan,” ujar Gus Irawan.

Gus Irawan menyebut meskipun bersifat sementara, hunian tersebut dinilai cukup layak dan diharapkan mampu memberikan kenyamanan bagi warga hingga hunian permanen nantinya selesai dibangun.

“Kita hanya memastikan kebutuhan dasar seperti air bersih terpenuhi. Sementara ini Pemkab membantu melalui distribusi air dari Damkar hingga seluruh fasilitas siap digunakan,” ucap Gus Irawan.

Pada kesempatan ini, Kementerian Pekerjaan Umum juga menyalurkan bantuan berupa sembako dan perlengkapan salat yang diserahkan secara simbolis kepada 10 perwakilan warga Huntara, terdiri dari lima laki-laki dan lima perempuan. Selain itu, dilakukan pula serah terima kunci hunian sementara secara simbolis dari Menteri PU kepada Bupati Tapanuli Selatan sebagai tanda percepatan penempatan warga terdampak bencana.

Dody menjelaskan bahwa pembangunan hunian sementara bagi warga terdampak bencana di Batangtoru terus dikebut agar dapat ditempati sebelum Hari Raya Idul Fitri. Total terdapat 254 unit hunian sementara yang sedang disiapkan, namun saat ini masih terdapat kendala pada ketersediaan air bersih.

“Tadi juga sudah disinggung Pak Bupati kenapa baru sebagian yang selesai. Saya jelaskan sebenarnya huniannya sudah siap, tetapi airnya belum. Sumur bor yang kita siapkan ternyata masih kurang,” ujar Dody.

Pihaknya sedang melakukan pengeboran tambahan di dua titik untuk memastikan kebutuhan air warga dapat terpenuhi. Ia jga menargetkan seluruh hunian sementara tersebut dapat selesai dan siap ditempati sebelum Lebaran, sehingga masyarakat yang terdampak bencana tidak lagi berada di pengungsian.

"Sekarang sedang proses pengurasan. Mudah-mudahan satu dua hari ini selesai dan air bisa dialirkan. Sementara ini kita dibantu oleh Pemkab Tapanuli Selatan melalui mobil pemadam kebakaran untuk distribusi air ke huntara,” kata Dody.

Selain membahas hunian sementara, Dody juga memastikan bahwa kondisi sejumlah ruas jalan yang sempat terdampak bencana di wilayah Sumatera Utara tetap dapat dilalui masyarakat, terutama menjelang arus mudik Lebaran.

“Kondisi jalan masih bisa dilalui, meskipun di beberapa titik harus pelan-pelan karena masih ada kerusakan dan cuaca hujan. Kami juga sudah meminta agar pekerjaan pembangunan yang mengganggu lalu lintas sementara ditutup dulu untuk kelancaran pemudik,” ucap Dody.

Kegiatan sahur dan Subuh bersama tmenjadi simbol kepedulian dan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, sekaligus memberi harapan baru bagi warga terdampak bencana untuk bangkit dan menyongsong masa depan yang lebih baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....