Panic Buying BBM Picu Antrean Panjang di SPBU di tengah Kekhawatiran Perang
- 06 Mar 2026 20:43 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Pengamat ekonomi Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Gunawan Benjamin, menilai antrean panjang di sejumlah SPBU terjadi akibat kepanikan masyarakat dalam membeli bahan bakar minyak (BBM). Kondisi ini dipicu oleh kekhawatiran terhadap dampak konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan sekutunya yang memicu gejolak di pasar energi global.
“Perang antara Iran dengan AS dan sekutunya memicu kekhawatiran masyarakat terhadap ketersediaan BBM. Kondisi ini mendorong sebagian masyarakat melakukan panic buying, meskipun pemerintah telah menegaskan bahwa stok BBM dalam kondisi aman,” ujar Gunawan, Jumat, 6 maret 2026.
Menurutnya, panic buying yang dilakukan masyarakat justru memperburuk situasi di lapangan. Lonjakan pembelian secara bersamaan menyebabkan antrean panjang di SPBU, meningkatkan keresahan, hingga membuat distribusi BBM menjadi tidak merata. Kondisi ini juga berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi, terutama bagi kendaraan niaga yang bergantung pada kelancaran pasokan BBM.
Gunawan menjelaskan bahwa panic buying sebenarnya tidak secara langsung memicu inflasi. Hal ini karena harga BBM masih relatif stabil, khususnya untuk BBM bersubsidi yang ditentukan melalui kebijakan pemerintah.
“Ada dua isu utama yang memicu kepanikan masyarakat. Pertama kekhawatiran penutupan Selat Hormuz yang bisa mengganggu distribusi minyak dunia. Kedua kenaikan harga minyak mentah global yang berpotensi mendorong kenaikan harga BBM, khususnya untuk BBM non-subsidi,” ucapya.
Menurutnya, untuk meredakan panic buying pemerintah perlu membangun kepercayaan publik dengan narasi yang menenangkan serta memastikan distribusi BBM berjalan lancar.
Gunawan juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan dan tetap membeli BBM sesuai kebutuhan. Pasalnya, panic buying justru berpotensi memperburuk situasi distribusi dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Ia menambahkan, sejauh ini dampak panic buying belum terlihat memicu kenaikan harga kebutuhan pokok masyarakat. Namun dinamika perang global tetap perlu diwaspadai karena berpotensi memengaruhi distribusi barang dan jasa serta kondisi ekonomi dalam jangka menengah hingga panjang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....