Gunakan Bus Listrik, BRT Mebidang Ditargetkan Beroperasi Tahun Ini
- 06 Mar 2026 16:41 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan – Bus Rapid Transit (BRT) Medan–Binjai–Deliserdang (Mebidang) direncanakan mulai beroperasi pada tahun ini. Moda transportasi massal tersebut akan menggunakan bus listrik melalui kerja sama dengan Tiongkok.
Pada tahap awal operasional, BRT akan melayani 12 koridor. Sebanyak 10 koridor berada di wilayah Kota Medan, sementara dua koridor lainnya berada di kawasan Mebidang.
Dua koridor di kawasan Mebidang akan dikelola Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan. Adapun rute tersebut yakni Binjai–Medan–Carrefour serta Lubukpakam–Amplas–Simpang Pelangi.
Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Sumut, Rochani Litiloly, optimistis kehadiran BRT dapat membantu mengatasi persoalan transportasi di kawasan Mebidang. Selain itu, transportasi massal berbasis listrik ini juga diharapkan mampu menekan penggunaan kendaraan pribadi.
“Ini bertujuan untuk mengurangi emisi dan penggunaan kendaraan pribadi karena di daerah kita penggunaan kendaraan pribadi terus meningkat. Itu karena transportasi umumnya masih minim, mudah-mudahan bisa kita nikmati tahun ini,” katanya dalam konferensi pers di Lobby Dekranasda, Kantor Gubernur Sumut, pada Jumat, 6 Maret 2026.
Rochani menjelaskan, saat ini pemerintah masih merumuskan secara detail kebutuhan jumlah bus serta mempersiapkan pembangunan depo pengisian bus listrik. Setelah itu, proses pemesanan bus listrik diperkirakan membutuhkan waktu sekitar lima bulan.
“Masih dalam proses, dan demand-nya masih terus berubah, misalnya dari 17 koridor menjadi 14 kemudian 12. Itu akan menentukan jumlah bus dan depo yang kita butuhkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, setelah kontrak selesai, proses pemesanan bus listrik masih membutuhkan waktu karena unit kendaraan diproduksi secara khusus. “Setelah kontrak selesai, kita masih menunggu paling tidak lima bulan untuk pemesanan bus listriknya karena bus ini build up,” kata Rochani.
Sementara itu, Tenaga Ahli Dishub Pemprov Sumut, Darwin Purba, mengatakan sistem BRT yang akan diterapkan mirip dengan konsep Jaklingko di Jakarta. Ia berharap angkutan kota yang sudah ada dapat berperan sebagai feeder atau pengumpan menuju jalur BRT.
“BRT memiliki jalur khusus seperti Transjakarta sehingga pergerakannya lebih cepat. Kemudian kita juga berupaya agar angkot yang ada menjadi feeder untuk BRT sehingga semua terintegrasi,” kata Darwin.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....