Wagub Sumut Sambut Baik Penambahan Dana TKD untuk Pemulihan Pascabencana
- 06 Mar 2026 11:33 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan – Wakil Gubernur (Wagub) Sumatra Utara (Sumut) Surya menyambut baik langkah pemerintah pusat yang menambah dana transfer ke daerah (TKD) untuk Sumut. Dari semula sekitar Rp4,3 triliun menjadi Rp6,3 triliun pada tahun 2026.
Apresiasi tersebut disampaikan Surya usai mengikuti Sosialisasi Surat Edaran tentang Penyesuaian TKD Tahun Anggaran 2026 dalam APBD, yang dipimpin Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, Kamis 5 Maret 2026. Kegiatan tersebut diikuti pemerintah daerah dari tiga provinsi terdampak bencana, yakni Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar), serta diikuti Wagub secara virtual dari kediamannya di Jalan Teuku Daud, Medan.
Wagub menyampaikan dana TKD dari pemerintah pusat untuk kebencanaan di Sumut sangat dibutuhkan dalam upaya pemulihan pascabencana. Karena itu, selain dukungan anggaran, regulasi agar dana tersebut dapat digunakan secepatnya juga sangat diperlukan.
"Ya kalau sudah ada regulasinya, kita bisa segera mengunakan dana itu tanpa menunggu tahapan Perubahan APBD," ujarnya.
Sementara itu, Mendagri Tito Karnavian yang juga Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatra, menyampaikan kebijakan tersebut merupakan arahan Presiden RI Prabowo Subianto bersama DPR RI dalam rangka memperkuat fiskal daerah.
Selain itu, alokasi tambahan dana TKD yang sebelumnya hanya diperuntukkan bagi kabupaten/kota terdampak, kini diperluas untuk seluruh daerah. Dengan demikian, dari sebelumnya hanya 18 daerah di Sumut, kini menjadi 33 kabupaten/kota yang dapat memanfaatkannya. Kebijakan serupa juga berlaku untuk dua provinsi lainnya.
Kebijakan tersebut ditindaklanjuti melalui Keputusan Menteri Keuangan RI Nomor 59 Tahun 2026. Serta surat edaran dari Mendagri yang mengatur teknis penggunaan dana oleh pemerintah daerah.
"Saya berusaha untuk mempermudah rekan-rekan eksekutif kepala daerah," katanya.
Senada dengan itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menyampaikan saat ini masa tanggap darurat telah berakhir dan telah memasuki tahap transisi darurat ke pemulihan. Pada tahap ini, bantuan pemerintah difokuskan untuk membantu para korban bencana agar dapat pulih dan bangkit kembali.
Khusus untuk data valid korban bencana, Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah masih mengalami kendala. Hal tersebut disebabkan banjir bandang susulan yang terjadi pada Januari dan Februari lalu.
"Sebab harus menunggu rekomendasi dari Badan Geologi. Apakah hunian yang akan dibangun masuk zona berbahaya atau tidak," ucapnya.
Meski demikian, pemerintah menargetkan pemindahan warga yang masih berada di tenda pengungsian ke hunian sementara (Huntara) dapat selesai sebelum Hari Raya Idulfitri yang tinggal dua pekan lagi.
"Jadi masa transisi darurat ke pemulihan ini, kepala daerah bisa mengajukan kebutuhan lain. Seperti sandang dan pangan, masih bisa kita dukung melalui dana siap pakai BNPB, tentu kondisinya harus darurat," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....