Tercatat 126 Suspek Campak Ditemukan, Medan Marelan Tertinggi
- 05 Mar 2026 09:11 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan- Dinas Kesehatan Medan mencatat sebanyak 126 kasus suspek campak sejak Januari 2026 yang tersebar di 18 kecamatan. Kecamatan dengan jumlah suspek tertinggi berada di Medan Marelan.
Ketua Tim Kerja Surveillance dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kota Medan, Julhilminil Amani Hasibuan pada 3 Februari 2026 mengatakan, Kota Medan masih berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) campak sejak 2024. Pada 2024, tercatat 109 kasus positif campak, meningkat menjadi 319 kasus pada 2025.
Sementara pada 2026 hingga Januari belum ada kasus positif terkonfirmasi, namun telah ditemukan 126 suspek yang didominasi anak-anak.
Terkait imunisasi, Julhilminil mengatakan setiap anak seharusnya menerima tiga dosis imunisasi campak, yakni saat usia 9–11 bulan, 12–24 bulan, dan saat usia sekolah melalui Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) kelas 1 sederajat.
Untuk 2025, capaian imunisasi bayi usia 9–11 bulan sebesar 87,9 persen dari sasaran 35.142 anak. Capaian baduta 81,7 persen dari sasaran 35.085 anak. Sedangkan BIAS mencapai 55,6 persen dari sasaran 36.284 anak.
Sementara pada 2026 hingga Januari, capaian imunisasi bayi baru 5,9 persen dari sasaran 39.202 anak, dan baduta 5,3 persen dari sasaran 38.524 anak. Program BIAS 2026 belum dilaksanakan dan dijadwalkan pada Oktober.
“Kalau kita lihat dari capaian kita ini, masih banyak orang tua sekarang yang belum mau anaknya untuk dipaksinasi. Karena program imunisasi ini bukan program baru, ini program yang mungkin dari puluhan tahun yang lalu sudah ada,” kata Julhilminil.
Untuk mengantisipasi penyebaran campak, Dinas Kesehatan melakukan peningkatan cakupan imunisasi melalui pelaksanaan BIAS, imunisasi rutin sesuai jadwal, serta imunisasi kejar di posyandu, puskesmas, dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.
Adapun imbauan kepada masyarakat, Julhilminil menegaskan agar orang tua melengkapi imunisasi anak sesuai jadwal, segera memeriksakan anak bila mengalami gejala seperti demam, ruam merah, batuk, pilek, dan mata merah, serta membatasi kontak dengan orang sakit.
“Jangan percaya dengan hoaks imunisasi. Imunisasi ini aman, halal, dan efektif untuk melindungi anak dari penyakit berbahaya seperti campak,” ujar Julhilminil.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....