Eksotisme Penangkaran Asam Kumbang, Magnet Wisatawan Dunia di Jantung Kota Medan

  • 03 Mar 2026 22:29 WIB
  •  Medan

RRI. CO. ID, Medan- Kota Medan tidak hanya dikenal dengan kuliner durian dan bangunan bersejarahnya. Terletak di Kecamatan Medan Selayang, Taman Wisata Buaya Asam Kumbang terus membuktikan eksistensinya sebagai salah satu destinasi wisata paling ikonik di Sumatera Utara. Sebagai penangkaran buaya terbesar di Asia Tenggara, tempat ini menjadi daya tarik utama yang tak pernah sepi dari hiruk-pikuk pengunjung, baik warga sekitar maupun pelancong dari berbagai belahan dunia.

Antusiasme pengunjung terlihat jelas setiap harinya, terutama saat musim libur tiba. Koleksi reptil yang mencapai ribuan ekor dengan berbagai tingkatan usia dan ukuran menjadi pemandangan unik yang sulit ditemukan di tempat lain. Keberadaan buaya mulai dari yang baru menetas hingga yang berusia puluhan tahun dengan panjang mencapai lima meter, memberikan sensasi petualangan tersendiri bagi siapa saja yang menginjakkan kaki di sana.

Daya tarik Asam Kumbang nyatanya telah merambah hingga ke kancah internasional. Tak jarang, wisatawan mancanegara sengaja menyisihkan waktu dalam itinerary perjalanan mereka untuk melihat langsung predator air ini. Keberagaman ukuran buaya yang tertata dalam kolam-kolam khusus menjadi magnet yang kuat bagi turis asing yang penasaran dengan pengelolaan penangkaran reptil secara tradisional namun tetap lestari.

Salah satu wisatawan asal Jepang, Kemi (30), mengungkapkan kekagumannya saat berkunjung bersama rekan-rekannya. Ia mengaku sangat terpukau melihat keberagaman spesies dan ukuran buaya secara sedekat ini. "Saya dan teman-teman sangat senang bisa melihat beragam buaya secara dekat dan langsung. Ini adalah pengalaman yang sangat luar biasa dan tidak terlupakan bagi kami selama berada di Indonesia," ujar Kemi dengan antusias.

Pengalaman kunjungan Kemi semakin lengkap saat ia dan rombongannya memberanikan diri untuk mengabadikan momen melalui foto. Dengan pengawasan ketat dan pendampingan langsung dari petugas profesional Taman Wisata Buaya Asam Kumbang, mereka dapat berfoto dengan salah satu buaya dengan aman.

Standar keamanan yang diterapkan pengelola memberikan rasa tenang bagi wisatawan yang ingin berinteraksi lebih dekat dengan hewan pemangsa tersebut.

Selain koleksi buayanya, Kemi juga memuji aspek kebersihan dan pengelolaan lingkungan di area penangkaran.

Menurutnya, lingkungan yang terjaga membuat pengunjung merasa nyaman untuk berlama-lama. Ia juga menekankan bahwa tempat ini bukan sekadar lokasi wisata hiburan semata, melainkan sarana edukasi yang sangat penting, terutama bagi anak-anak untuk mengenal lebih dekat kehidupan satwa liar dan pentingnya konservasi.

Menutup perjalanannya, banyak wisatawan berharap agar Taman Wisata Buaya Asam Kumbang terus mempertahankan kelestarian lingkungannya. Sebagai salah satu aset wisata unggulan di Sumatera Utara, tempat ini diharapkan terus berkembang menjadi pusat riset dan edukasi satwa yang mendunia, sekaligus menjadi pilar ekonomi bagi masyarakat lokal di sekitar Medan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....