Inflasi Tahunan Sumut Capai 4,71 Persen, Dipicu Low Base Effect Listrik
- 03 Mar 2026 15:07 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan- Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara mencatat inflasi Sumatera Utara Februari 2026 secara bulanan sebesar 0,22 persen dan secara tahunan (year on year) sebesar 4,71 persen. Kepala Badan Pusat Statistik Sumatera Utara, Asim Saputra menyebut inflasi tahunan saat ini dipengaruhi efek basis rendah akibat diskon tarif listrik pada Februari tahun lalu.
“Secara year on year, inflasi kita 4,71 persen. Lebih banyak disumbang karena memang diskon listrik tahun lalu. Sehingga sekarang di-capture di inflasi kita, karena sebelumnya memang ada diskon listrik yang cukup tinggi di tahun 2025,” ujar Asim pada Senin, 2 Maret 2026.
Berdasarkan delapan kota IK, inflasi tahunan tertinggi terjadi di Gunung Sitoli sebesar 7,75 persen. Disusul Sibolga 6,53 persen, Pematang Siantar 5,52 persen, Padang Sidempuan 5,26 persen, Labuhan Batu 5,08 persen, Medan 4,86 persen, Deli Serdang 4,18 persen, dan terendah di Kabupaten Karo 3,67 persen.
Secara bulanan, inflasi didominasi kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan inflasi 2,19 persen dan andil 0,15 persen.
“Kelompok penyumbang inflasi Februari secara month to month paling utama adalah pada perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan andil inflasi 0,15 persen,” kata Asim.
Selain itu, kelompok makanan, minuman dan tembakau mengalami inflasi 0,09 persen dengan andil 0,03 persen. Kelompok penyediaan makanan dan minuman restoran mencatat inflasi 0,21 persen dengan andil 0,02 persen, serta transportasi 0,16 persen dengan andil 0,02 persen.
Secara tahunan, kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan andil 1,87 persen. Tarif listrik menyumbang andil inflasi 1,76 persen secara year on year.
“Ini yang menjadi catatan kenapa tarif listrik menjadi penyumbang andil inflasi pada Februari karena kita terpengaruh low base effect kondisi tarif listrik yang mendapatkan diskon di tahun lalu,” ujar Asim.
Dari sisi komoditas, tomat menjadi penyumbang inflasi tertinggi secara bulanan dengan andil 0,19 persen, disusul cabai merah 0,18 persen, emas perhiasan 0,16 persen, daging ayam ras 0,08 persen, dan udang basah 0,04 persen.
“Komoditas penyumbang inflasi Februari secara month to month paling utama antara lain tomat, cabai merah, emas perhiasan, daging ayam ras, dan udang basah,” kata Asim.
Asim juga menyebut kenaikan cabai merah terjadi di sejumlah daerah, dengan kenaikan tertinggi di Sibolga sebesar 41,26 persen, Pematang Siantar 40,03 persen, Padang Sidempuan 35,01 persen, Medan 32,81 persen, dan Labuhan Batu 25,71 persen. Inflasi cabai merah terendah terjadi di Karo sebesar 4,78 persen
Asim menegaskan, meski terjadi kenaikan di sejumlah sektor dan daerah, kondisi harga masih terkendali.
“Menurut kita masih terkendali harga-harga kita di pasar-pasar tradisional di Sumatera Utara di delapan kota inflasi kita,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....