Hutama Karya Rampungkan Jembatan Sementara Aih Bobo
- 16 Feb 2026 19:50 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Gayo Lues – Akses utama warga di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, kembali tersambung setelah jembatan sementara Sungai Aih Bobo dapat dilintasi umum, Kamis 12 Februari 2026.
Proyek tanggap darurat ini diinisiasi Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Proyek dikerjakan oleh PT Hutama Karya, dengan jenis jembatan sementara yakni pelat baja bergelombang _(corrugated steel plate)_ sebagai penghubung aktivitas ekonomi dan layanan dasar warga.
Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menyampaikan Hutama Karya menjalankan penugasan tanggap darurat dari Kementerian PU dengan fokus pada keselamatan pengguna, mutu pekerjaan, dan percepatan pemulihan akses warga.
“Hutama Karya berkomitmen mendukung pembangunan berkelanjutan pasca bencana. Agar konektivitas yang pulih dapat segera menggerakkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat,” ujarnya dalam keterangan yang diterima, Senin 16 Februari 2026.
Pada November 2025, bencana hidrometeorologi melanda dan merusak banyak titik penghubung, termasuk Jembatan Aih Bobo yang merupakan jalur penting warga. Situasi tersebut membuat akses antarwilayah menjadi lambat dan berisiko, serta mengganggu rantai pasok kebutuhan pokok.
Jembatan sementara yang kini dibuka untuk umum dibangun menggunakan sistem rangka pelat baja bergelombang sesuai kebutuhan penanganan darurat. Secara teknis, struktur utama memiliki bentang 27,5 meter dengan lebar 5 meter.
Total panjang penanganan mencapai 90 meter, menyesuaikan kondisi lokasi dan kebutuhan oprit pendekat. Jembatan ini dirancang dengan kapasitas maksimal 10 ton untuk memastikan pengaturan beban kendaraan yang melintas tetap aman.
Pekerjaan konstruksi berlangsung sejak minggu ketiga Januari hingga minggu pertama Februari. Peresmian dan pembukaan akses jembatan turut dihadiri sejumlah pejabat daerah dan unsur keamanan setempat.
Pulihnya konektivitas di Aih Bobo berdampak langsung pada rutinitas warga. Jalur ini menjadi akses utama untuk mengangkut hasil tani, menjangkau pasar, dan menghubungkan permukiman dengan pusat layanan.
Lebih dari itu, akses menuju fasilitas kesehatan menjadi perhatian karena keterlambatan perjalanan dapat berisiko bagi pasien. Pengalaman sebelumnya menunjukkan, ketika jembatan putus, mobilitas warga menurun tajam dan penyeberangan menjadi tidak ideal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....