Pemerintah dan Masyarakat Mendorong Indonesia Asri di Sumut

  • 11 Feb 2026 15:25 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Presiden RI Prabowo Subianto akan meluncurkan Gerakan Indonesia Asri sebagai upaya menciptakan lingkungan yang aman, sehat, bersih, rapi, dan indah. Gerakan ini menekankan perubahan nyata di lapangan, khususnya dalam kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah, dan penataan ruang publik. Gerakan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus memperkuat daya tarik Indonesia dimata dunia. Programa 1 RRI Medan FM 94.3 Mhz, Selasa (10/2/2026) pagi, menyelenggarakan siaran Dialog Aspirasi Sumut dengan topik Bergerak Bersama Wujudkan Indonesia Asri, narasumber yang dihadirkan diantaranya Kusnadi ( Ketua Yayasan Ekosistem Lestari ), Zera Salim Ritonga, S.E. ( Wakil Ketua Komisi A DPRD Sumut ), dan Hari W. Marpaung, S.STP., MAP. ( Kepala Dinas LHK Sumut ).

Mengawali dialog Kusnadi menyampaikan pandangan akademisi dan masyarakat sipil bahwa Gerakan Indonesia Asri sejalan dengan nilai gotong royong dan rasa memiliki terhadap lingkungan. Menurutnya, gerakan ini harus menjadi common sense dan konsensus bersama seluruh elemen masyarakat.

“Kondisi lingkungan di Sumatera Utara masih menghadapi tantangan, terutama dalam pengelolaan sampah dan penataan ruang publik. Ia menyebutkan bahwa masih banyak daerah yang menerapkan sistem open dumping dan belum mengelola sampah secara layak, “ ujar Kusnadi.

Ia menegaskan bahwa ruang publik yang tertata baik akan meningkatkan interaksi sosial, menciptakan lingkungan yang harmonis, dan mendorong kebahagiaan masyarakat perkotaan.

Lebih lanjut Kusnadi menjelaskan tentang regulasi dan penegakan aturan terkait lingkungan sebenarnya sudah cukup memadai, seperti aturan ruang terbuka hijau, sempadan sungai, dan larangan membuang sampah sembarangan. Namun, tantangan utama terletak pada penegakan aturan dan konsistensi sanksi.

Ia menekankan pentingnya peran pendidikan dan penyadaran sejak dini untuk membangun kepatuhan masyarakat terhadap aturan lingkungan.

“ Untuk peran lembaga swadaya masyarakat Yayasan Ekosistem Lestari aktif mendorong pendidikan lingkungan hidup melalui kolaborasi dengan sekolah-sekolah. Program difokuskan pada pengelolaan sampah sejak sumbernya, terutama dari rumah tangga, karena rumah tangga merupakan penyumbang sampah terbesar, “ ungkap Kusnadi.

Sedangkan Zera Salim Ritonga ( Wakil Ketua Komisi A DPRD Sumut ) menyatakan bahwa Gerakan Indonesia Asri merupakan langkah strategis nasional yang harus didukung pemerintah daerah dan DPRD. Ia menilai pengelolaan sampah di Sumatera Utara masih menjadi persoalan serius dan memerlukan respons cepat dari pemerintah daerah. Pentingnya pemanfaatan sampah sebagai sumber energi alternatif serta perlunya keterlibatan investor dalam pengelolaan sampah. Ia mengakui bahwa progres investasi pengelolaan sampah masih lambat akibat kendala birokrasi dan perizinan. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah harus menunjukkan komitmen nyata dan tidak hanya berhenti pada wacana.

Kemudian Hari W. Marpaung ( Kepala Dinas LHK Sumut ) menyampaikan bahwa Gerakan Indonesia Asri merupakan inisiatif nasional yang melibatkan seluruh pemerintah daerah dan masyarakat. Fokus utama gerakan ini adalah penanganan sampah dan pelestarian lingkungan. Ia menjelaskan bahwa 27 kabupaten/kota di Sumatera Utara sebelumnya mendapat sanksi administratif karena masih menerapkan open dumping. Pemerintah daerah kini didorong untuk beralih ke sistem pengelolaan sampah sanitary landfill dan telah menyiapkan anggaran serta lahan pendukung.

“ Kota Medan termasuk dalam 10 kota prioritas nasional untuk pembangunan fasilitas Waste to Energy. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara telah menyiapkan lahan minimal lima hektare dan menjalin kerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota terkait, pembangunan fasilitas tersebut dimulai pada 2026 dan dapat beroperasi pada 2027, “ ujar Hari.

Dinas LHK Sumut berkomitmen dalam menjaga tutupan lahan dan kawasan hutan melalui program rehabilitasi daerah aliran sungai serta penanaman satu juta pohon. Program ini melibatkan pemerintah daerah, masyarakat, dan organisasi non-pemerintah.

Saat menutup dialog Aspirasi Sumut Kusnadi menegaskan bahwa keberhasilan Gerakan Indonesia Asri bergantung pada komitmen bersama. Ia mengajak masyarakat memulai dari langkah sederhana, seperti memilah sampah dari rumah dan menanam pohon. Menurutnya, peran pemerintah sangat penting, namun keberhasilan gerakan lingkungan tidak akan tercapai tanpa kepedulian masyarakat dan dukungan sektor swasta. ( Red. Asyifah ).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....