Dibalik Dapur SPPG MBG Menjadi Harapan Bagi Siswa
- 08 Feb 2026 20:34 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Di balik pintu dapur yang steril, setiap hari mulai dini hari belasan pegawai bersiap menunaikan tugas sesuai standar operasional yang ketat, memilih bahan baku, mengolah, mengemas, hingga mendistribusikan makan bergizi gratis (MBG) bagi siswa. Dapurnya memang punya flow yang jelas, prinsipnya sederhana, bersih tidak boleh ketemu dengan kotor, demikian Ibu Afrida ( Relawan Divisi Persiapan SPPG ) mengawali dialog Aspirasi Sumut di Programa 1 RRI Medan FM 94.3 MHZ Sabtu, (7/2/2026) pagi, saat ditanyakan tentang gambaran dapur SPPG MBG tempatnya bekerja.
Lebih lanjut Afrida mengatakan langkah-langkah awal yang setiap hari dikerjakan adalah bahan baku dipisahkan sesuai kategori. Sayur dan buah berada di ruang khusus berventilasi, daging dan protein hewani disimpan dalam cold storage, sementara beras dan tepung ditempatkan di gudang kering. Setelah masuk ke main kitchen, bahan baku diolah menjadi makanan matang. Proses berikutnya bukan langsung disajikan, melainkan melalui tahap plating dan pendinginan singkat, baru kemudian diporsikan di ruangan tengah, uniknya, alur distribusi tray makanan juga sangat diperhatikan. Tray bersih disimpan di ruang khusus, sementara tray kotor dari sekolah masuk lewat pintu belakang menuju central washing. Jadi alurnya tidak pernah bertemu antara yang bersih dan kotor.
“ Untuk menjaga kualitas, dapur ini merekrut tenaga profesional mulai dari ahli gizi hingga juru masak. Chef dipilih lewat proses ketat, ada interview, ada sosialisasi SOP sebelum mulai bekerja. Jadi semuanya profesional, setiap hari, dapur SPPG mampu memproduksi makanan bergizi untuk sekitar 2600 siswa penerima manfaat, dibagikan untuk 19 sekolah di Tanjung Balai, “ ungkap Afrida.
Kemudian Afrida menenerangkan SPPG itu adalah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi. Fokus utama kami adalah memastikan adik-adik kita mendapatkan makanan yang tidak hanya kenyang, tapi benar-benar bergizi sesuai standar. Saya sendiri di Divisi Persiapan. Tugas kami mulai dari pemilihan bahan baku yang segar, pembersihan, sampai proses pemotongan sebelum dimasak. Kami harus memastikan semuanya higienis.
“Tantangannya adalah manajemen waktu. Kita harus mulai dari subuh agar makanan bisa didistribusikan tepat waktu ke sekolah-sekolah dalam keadaan masih segar dan hangat. Selain itu, menjaga konsistensi rasa dan kebersihan itu nomor satu. Kami di Yayasan Bersatu Sekata Berpadu Berjaya benar-benar memperhatikan detail itu, “ ujar Afrida.
Diakhir dialog Afrida mengatakan ada standarnya untuk menu itu disusun sedemikian rupa agar memenuhi unsur karbohidrat, protein, sayuran, dan buah. Kami hanya mengeksekusi dengan sebaik mungkin di dapur agar kandungan gizinya tidak rusak selama proses pengolahan. Harapan kami, semoga program MBG ini terus berjalan lancar dan anak-anak kita semakin sehat serta semangat belajar. Kami para relawan juga merasa senang bisa berkontribusi untuk kesehatan generasi masa depan. ( Red : Asyifah )
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....