Perubahan Harga Pangan Pengaruhi Garis Kemiskinan Sumatera Utara

  • 08 Feb 2026 11:53 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan- Proporsi garis kemiskinan Sumatera Utara hingga September 2025 masih didominasi oleh komponen makanan. Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara, Asim Saputra saat rilis berita resmi statistik pada Kamis, 5 Februari 2026.

Kontribusi makanan mencapai 76,73 persen, sedangkan non-makanan sebesar 23,27 persen. Kondisi ini membuat garis kemiskinan sangat sensitif terhadap perubahan harga pangan," ucap Asim.

Di wilayah perkotaan, komponen makanan menyumbang 75,56 persen dalam pembentukan garis kemiskinan. Sementara di wilayah pedesaan, kontribusi makanan lebih besar yakni 78,73 persen.

“Sedikit saja kenaikan harga pangan akan berdampak besar terhadap garis kemiskinan. Hal ini terutama berkaitan dengan komoditas utama," ujar Asim.

Asim menyebut beras menjadi penyumbang terbesar dalam pembentukan garis kemiskinan. 

"Di perkotaan, kontribusi beras mencapai 22,36 persen, sedangkan di pedesaan mencapai 31,79 persen," kata Asim.

Selain beras, rokok kretek filter juga memberikan kontribusi cukup besar. Daerah perkotaan, rokok kretek memberikan pangsa 10,26 persen dan di pedesaan 7,85 persen.

"Rokok kretek filter ini harganya mahal tetapi tidak memberikan sumbangan pembentuk kalori pada masyarakat kita di Sumatera Utara," ucap Asim.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....