Tetap Melayu dan Berjiwa Melayu

  • 07 Feb 2026 18:47 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Nilai-nilai resam Melayu dinilai masih relevan dan penting untuk terus dijaga di tengah perkembangan zaman. Hal tersebut menjadi topik yang dibahas dalam program dialog budaya Resam Melayu yang disiarkan RRI Pro 4 Medan dengan tema “Tetap Melayu dan Berjiwa Melayu”.

Dalam dialog tersebut, Datok H. M. Rachmat Takarina, S.E., Ketua KOPITU Sumatera Utara sekaligus praktisi budaya Melayu, menyampaikan bahwa Melayu tidak hanya dipahami sebagai suku, melainkan sebagai bangsa besar yang memiliki sejarah dan peradaban panjang di Nusantara.

“Melayu itu bukan sekadar suku, tetapi bangsa besar yang punya peradaban, adat, dan pengaruh luas dalam sejarah Nusantara,” ujar Datok Rachmat.

Ia menjelaskan, jati diri Melayu sangat erat dengan nilai Islam, adab, dan marwah. Resam Melayu tercermin dalam sikap sopan santun, tata krama berbicara, serta penghormatan kepada orang tua dan sesama dalam kehidupan bermasyarakat.

Menurut Datok Rachmat, dalam pandangan budaya Melayu, adab memiliki kedudukan yang lebih tinggi daripada ilmu.

“Ilmu tanpa adab bisa menyesatkan. Dalam resam Melayu, adab itu lebih utama, karena dari adab lahir marwah dan kemanusiaan,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya pewarisan nilai-nilai resam Melayu kepada generasi muda. Modernisasi, menurutnya, tidak seharusnya membuat seseorang tercerabut dari akar budayanya, melainkan tetap berpijak pada nilai luhur sambil mengikuti perkembangan zaman.

Program Resam Melayu dipandu oleh Datok Yan Djuna ini menjadi ruang dialog budaya yang menghadirkan diskusi seputar adat, identitas, serta upaya pelestarian budaya Melayu di Sumatera Utara.

Melalui program ini, RRI Pro 4 Medan berkomitmen untuk terus menghadirkan siaran yang tidak hanya menghibur, tetapi juga edukatif dalam menjaga dan merawat kekayaan budaya bangsa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....