RRI Medan Mengulas Sportivitas Dalam Dunia Olahraga
- 06 Feb 2026 14:46 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Semangat, ketrampilan, dan strategi yang dimainkan dengan penuh sportivitas telah menjadi daya tarik sendiri bagi penggemar olahraga di seluruh dunia. Namun, olahraga bukanlah sekedar tentang mencetak gol, mencapai garis finish, atau mencetak poin tertinggi, melainkan juga tentang membawa semangat sportivitas, nilai etika, dan moral. Hal ini dikatakan oleh Indra Efendi Rangkuti (Pengamat Olahraga) dalam acara Dialog Aspirasi Sumut di Programa 1 FM 94,3 Mhz, Jumat ( 6/2/2026 ) pagi.
Lebih lanjut Indra mengatakan bahwa sportivitas dalam olahraga juga melampaui aspek kompetisi. Ini juga tentang mendaur ulang semangat persaingan menjadi kekuatan yang mendorong para atlet untuk mengalahkan diri mereka sendiri, terus berlatih, dan menjadi lebih baik setiap harinya. Bagian terindah dari olahraga adalah ketika kompetisi digantikan dengan kerja sama dan persatuan dalam mencapai tujuan bersama.
“ Sportivitas, dalam konteks olahraga, bukanlah sekadar tentang menang atau kalah. mencakup sikap dan perilaku yang memberikan kesempatan yang sama kepada semua peserta, menghormati lawan, serta menerima keputusan yang adil. Seperti halnya dalam hidup, dalam olahraga kita juga dapat menghadapi kekalahan atau kemenangan yang harus diterima dengan lapang dada, “ ujar Indra.
Sedangkan mengenai definisi Fair Play Indra menjelaskan bahwa fair play adalah jiwa dari olahraga itu sendiri. Tanpa kejujuran dan kepatuhan pada aturan, sebuah kompetisi kehilangan maknanya. Kalau isu Integritas ini merupakan tantangan besar di Indonesia, seperti pengaturan skor (match-fixing) dan penggunaan doping, yang sering kali merusak ekosistem olahraga nasional.
“ Untuk pendidikan sejak dini perlu ditanamkan karena memang nilai sportivitas harus ditanamkan sejak atlet masih diusia pembinaan, agar karakter jujur terbentuk sebelum mereka menjadi professional, “ ungkap Indra.
Mengenai peran pelatih Marwin Hanafi Batubara ( Coach ) yang juga menjadi narasumber dalam Aspirasi Sumut menegaskan bahwa tanggung jawab utama mereka bukan hanya mencetak juara secara fisik, tetapi juga menjaga mentalitas atlet agar tetap menghargai lawan dan keputusan wasit.
“ Tekanan untuk menang ini juga kadang muncul adanya tekanan dari manajemen atau pendukung yang terkadang memicu perilaku tidak sportif, namun pelatih harus menjadi benteng utama untuk tetap berpegang pada aturan, “ ujar Marwin.
Diakhir dialog para narasumber sepakat bahwa untuk menciptakan iklim olahraga yang sehat di Sumatera Utara, diperlukan kerjasama antara atlet, pelatih, wasit, dan penonton, dan juga berpesan bahwa kemenangan yang diraih dengan cara tidak jujur tidak akan memberikan kebanggaan yang sejati. ( Red : Asyifah )
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....