Disparekraf Sumut Perkuat Promosi untuk Pulihkan Kunjungan Wisman
- 06 Feb 2026 12:46 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan- Dampak bencana yang terjadi di akhir tahun lalu mempengaruhi kunjungan wisatawan mancanegara ke Sumatera Utara. Kondisi tersebut membuat Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sumatera Utara menyesuaikan target kunjungan tahun ini. Hal ini disampaikan Kabid pemasaran Disparekraf Sumut, Dedi Arian Rizki Siregar pada Kamis, 5 Februari 2026.
“Kita targetkan kunjungan wisman sedikit menurun, sekitar 10 persen, karena dampak bencana,” kata Dedi.
Penurunan tersebut dipicu oleh pembatalan perjalanan wisata oleh wisatawan mancanegara. Keluhan itu banyak disampaikan oleh pelaku industri pariwisata.
“Banyak travel agent menyampaikan tamu mereka membatalkan kunjungan ke Sumatera Utara,” ujar Dedi.
| Baca juga: KKSU 2026 Dorong UMKM Sumut Naik Kelas |
Untuk memulihkan kepercayaan wisatawan, Disparekraf Sumut tetap mengandalkan event sebagai strategi utama. Sekitar 30 event telah disiapkan sepanjang tahun, termasuk event internasional.
“Event kita jadikan alat untuk menunjukkan bahwa destinasi Sumatera Utara aman dan siap dikunjungi,” kata Dedi.
Sejumlah event internasional seperti Trail of The Kings, Nias Pro Surfing, serta berbagai event budaya tetap dipertahankan. Event-event tersebut menyasar pasar Eropa, Australia, dan Asia sebagai pasar utama wisatawan mancanegara.
“Kita tetap fokus pada event internasional karena itu menjadi pintu masuk utama wisatawan mancanegara ke Sumatera Utara,” jelasnya.
Selain event, Disparekraf Sumut juga memperkuat strategi pemasaran melalui kerja sama dengan travel agent. Pelaku travel didorong untuk menyiapkan paket wisata sejak awal dan memasarkan lebih luas.
“Kita mendorong travel agent untuk sudah menyiapkan paket dan menjualnya ke jaringan travel lainnya, supaya pergerakan wisatawan bisa lebih cepat,” ujar Dedi.
Dedi menyebut strategi promosi juga dilakukan dengan waktu yang lebih panjang dan masif, termasuk kehadiran stan promosi di berbagai kegiatan dengan harapan mampu meningkatkan awareness wisatawan.
“Promosi kita mulai lebih awal dan lebih lama, harapannya minat kunjungan ke Sumatera Utara bisa meningkat,” kata Dedi.
Tahun ini, Disparekraf Sumut juga menggelar empat kali kegiatan familiarization trip atau famtrip. Program ini menyasar pasar Asia dan Eropa.
“Famtrip kita lakukan empat kali tahun ini, dengan target pasar Asia dan Eropa,” ucap Dedi.
Selain itu, Disparekraf mulai mendorong paket wisata ke segmen pendidikan dan universitas di luar negeri. Langkah ini menyasar tren wisata minat khusus berbasis alam dan pengalaman autentik.
“Kita mulai mengimbau travel untuk menjual paket ke universitas di luar negeri, karena tren pariwisata ke depan itu wisata minat khusus yang natural dan autentik,” ujar Dedi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....