Perkuat Moderasi, Penyuluh Agama Kristen Labura Ikuti Pembinaan

  • 04 Feb 2026 10:41 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Labuhanbatu Utara melaksanakan kegiatan Pembinaan Monitoring dan Evaluasi Kepenyuluhan Agama Kristen di Kecamatan Kualuh Selatan, Selasa 3 Februari 2026. 

Kegiatan ini diikuti oleh para Penyuluh Agama Kristen yang bertugas di wilayah Kabupaten Labuhanbatu Utara dengan penuh antusias. Pembinaan tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan peran strategis penyuluh dalam menjaga kerukunan umat beragama di tengah masyarakat yang majemuk. 

Kegiatan diawali dengan kebaktian singkat sebagai bentuk penguatan spiritual bagi seluruh peserta yang hadir pagi itu. Kebaktian tersebut berlangsung dengan sangat khidmat dan menjadi pembuka rangkaian kegiatan pembinaan secara resmi. Suasana kebersamaan dan kekeluargaan tampak mewarnai jalannya acara sejak awal hingga sesi diskusi dimulai.

Kasubdit Penyuluhan Direktorat Urusan Agama Ditjen Bimas Kristen Kemenag RI, Evendy Hutabarat, memulai sesi pembinaan dengan memaparkan regulasi data Penyuluh Agama Kristen di 38 provinsi. Pemaparan tersebut menekankan pentingnya validitas dan akurasi data sebagai dasar perumusan kebijakan kepenyuluhan secara nasional.

"Penyuluh merupakan garda terdepan Kementerian Agama dalam memberikan pelayanan dan pembinaan keagamaan langsung kepada masyarakat," kata Evendy.

​Dalam pembinaannya, Evendy Hutabarat juga mengajak seluruh penyuluh untuk memahami dan menerapkan Early Warning System (EWS) sebagai langkah mitigasi isu intoleransi. Menurutnya, kepekaan penyuluh terhadap dinamika sosial sangat dibutuhkan dalam menjaga harmoni di lingkungan masing-masing. 

"Penyuluh diharapkan mampu menjadi agen moderasi beragama yang responsif dan solutif terhadap potensi konflik yang ada," kata Evendy. ​

Selanjutnya Pelpian Situmorang turut memberikan arahan yang memperjelas peran strategis penyuluh di lapangan. Ia menambahkan bahwa penyuluh harus memiliki daya kreativitas tinggi dalam menjalankan tugas, baik melalui kerja sama lintas sektoral maupun mandiri.

"Penyuluh dituntut mampu berkontribusi aktif dalam penyelesaian isu-isu toleransi di lingkungan masyarakat dengan cara yang persuasif," ucap Pelpian.

​Melalui kegiatan ini, Kemenag Labuhanbatu Utara berharap kualitas kinerja Penyuluh Agama Kristen semakin meningkat secara signifikan. Pembinaan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kapasitas penyuluh dalam menjalankan tugas sesuai pedoman yang berlaku.

Dengan sinergi dan komitmen bersama, penyuluh diharapkan mampu berperan optimal dalam menjaga kerukunan serta persatuan bangsa di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....