Produsen Tepung Sagu Asahan Keluhkan Minim Bantuan Pemerintah
- 03 Feb 2026 15:12 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Produsen tepung sagu tradisional di Desa Sei Paham Kabupaten Asahan mengeluhkan minimnya perhatian dari pemerintah daerah. Padahal usaha pengolahan batang rumbia tersebut telah beroperasi secara mandiri selama dua puluh tahun terakhir.
Para pelaku usaha secara swadaya mengolah potensi lokal menjadi tepung pati sagu menggunakan peralatan yang sederhana. Meskipun dengan sarana terbatas, hasil produksi mereka mampu mencapai angka tiga ton pada setiap harinya.
Proses produksi yang dilakukan meliputi pengupasan batang rumbia hingga tahap pengendapan pati menjadi tepung siap jual. Seluruh hasil olahan tersebut kemudian didistribusikan ke pasar luar daerah termasuk menuju ke Kota Medan.
“Rumbia namanya bang, sagu, batang dia itulah dia. Untuk produksi per hari tiga ton bang,” kata Johan Nasution, Selasa, 3 Februari 2026.
Johan mengaku selama menjalankan usaha tersebut belum pernah mendapatkan dukungan berupa bantuan alat dari instansi terkait. Padahal keberadaan industri rumahan ini mampu menyerap tenaga kerja dari masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi.
“Semoga adalah bantuan bang, entah mungkin dapat mesin nanti, entah apa, yang meringankan pekerjaan ini,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....