Anak-anak Harus Tumbuh Tanpa Kekerasan
- 31 Jan 2026 21:57 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan – Dosen Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan, Sry Lestari Samosir, menaruh harapan besar pada anak-anak agar tumbuh menjadi generasi yang sadar akan dampak kekerasan dan kerusakan lingkungan terhadap kehidupan manusia. Menurutnya, perubahan hanya dapat dimulai jika kesadaran itu ditanamkan sejak usia dini.
“Harapannya anak-anak ini benar-benar paham bahwa alam itu sumber kehidupan kita. Kalau bukan mereka yang menjaga, lalu siapa lagi?” ujar Sry Lestari Samosir di Sanggar Anak Sungai Deli, Gang Kesatria, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun, Jumat 30 Januari 2026.
Sry menilai anak-anak kerap menjadi kelompok yang paling terdampak akibat keputusan dan tindakan orang dewasa, baik dalam bentuk kekerasan maupun kerusakan lingkungan. Kondisi tersebut membuat anak-anak di wilayah pinggiran dan kelompok marjinal sering kali menanggung beban yang bukan mereka ciptakan.
Sry menyoroti bencana alam yang berulang, seperti banjir, telah memperlihatkan bagaimana masyarakat kecil menjadi korban utama. Rumah hilang, keluarga tercerai, dan rasa aman anak-anak terganggu akibat krisis ekologis yang terjadi.
“Ketika alam rusak, hidup kita juga ikut rusak. Ketika alam sakit, manusia akan lebih sakit,” katanya.
Sry berharap anak-anak dapat tumbuh dengan kesadaran bahwa manusia dan alam adalah satu kesatuan yang saling terhubung. Dengan pemahaman tersebut, anak-anak diharapkan mampu menolak kekerasan, baik sebagai pelaku maupun dengan membiarkannya terjadi di sekitar mereka.
Menurut Sry, membangun generasi yang peduli terhadap sesama dan lingkungan merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan kehidupan yang lebih adil, aman, dan seimbang di masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....