Sekolah Lima Hari Dinilai Lebih Memfokuskan Siswa
- 31 Jan 2026 18:45 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan- SMA Negeri 2 Medan hingga kini masih menerapkan sistem pembelajaran lima hari. Kepala SMAN 2 Medan, Drs. Marsito, M.Si. mengatakan kebijakan tersebut berjalan karena belum ada instruksi dari pimpinan untuk kembali ke sistem enam hari sekolah.
“Masih, karena belum ada instruksi dari pimpinan kita untuk mengembalikan ke enam hari,” kata Marsito.
Marsito menjelaskan, pelaksanaan pembelajaran berlangsung dari Senin hingga Jumat.
“Memang lima hari sampai hari Jumat,” ujar Marsito.
Terkait efektivitas pembelajaran, Marsito menilai sistem lima hari memiliki dampak positif bagi siswa. Menurutnya, siswa menjadi lebih fokus selama berada di sekolah.
“Positifnya itu mereka lebih fokus di sekolah,” kata Marsito.
Marsito menyebut, dengan sistem lima hari, penugasan idealnya dapat diselesaikan di sekolah sehingga siswa memiliki waktu bersama keluarga pada akhir pekan.
“Sehingga mereka punya waktu yang cukup untuk keluarganya di hari Sabtu dan Minggu,” ujar Marsito
Marsito menambahkan, SMAN 2 Medan tidak menggelar kegiatan reguler pada hari Sabtu.
“Kita memang tidak mengadakan aktivitas reguler di hari Sabtu, kecuali yang non-reguler, yang insidental, itu pun atas permintaan anak-anak,” kata Marsito.
Meski demikian, Marsito mengakui penerapan sekolah lima hari memiliki tantangan.
“Dengan perubahan lima hari belajar itu ya melelahkan. Tantangan pertama itu melelahkan,” ujar Marsito.
Namun setelah berjalan satu semester, Marsito menyebut siswa dan guru mulai beradaptasi.
“Anak-anak juga sudah mulai terbiasa. Guru-guru juga sudah mengantisipasi masalah ini,” kata Marsito.
Marsito menjelaskan, kegiatan belajar di SMAN 2 Medan dimulai sejak pukul 07.15 WIB hingga pukul 16.00 WIB dari Senin hingga Kamis. Sementara pada hari Jumat, pembelajaran reguler berakhir lebih awal.
“Pembelajaran yang reguler selesai di 11.50, kemudian ekstrakurikuler mulai pukul 14 sampai jam 16,” kata Marsito.
Sementara itu, terkait respons siswa, Marsito mengatakan tidak terdapat penolakan terhadap sistem sekolah lima hari.
“Sejauh ini penolakan enggak ada sama sekali, dan mereka sudah melakukan penyesuaian adaptasi,” ucap Marsito.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....