Lanal TBA Bantah Keterlibatan Personel Terkait Video Viral

  • 28 Jan 2026 00:08 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Tanjungbalai - Pangkalan TNI AL Tanjungbalai Asahan membantah keterlibatan personel TNI AL yang beredar di jagat maya media sosial Facebook sejumlah personel TNI Angkatan Laut. Sebelumnya, personel TNI diduga aniaya petani di Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura).

Dalam caption postingan di media sosial, sejumlah oknum TNI AL yang melakukan pengeroyokan dan penganiayaan terhadap masyarakat petani. Khususnya, di Dusun Kilang Mili, Desa Sukarame, Kecamatan Jualah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara.

Dalam video tersebut, terlihat satu orang menahan seorang pria tidak menggunakan baju dan tiga pria mengenakan baju lengan panjang motif loreng berwarna hijau dan celana panjang motif loreng berwarna hijau memegangi tangan pria yang diduga dianiaya tersebut.

Saat ditemui di Mako Lanal TBA, Kasipen Lanal TBA, Letda Laut (P) Marson Silalahi menegaskan bahwa setelah dilakukan pengecekan dan klarifikasi internal, tidak ditemukan satupun personel TNI AL yang berada atau terlibat dalam kejadian sebagaimana yang ditampilkan dalam video tersebut.

“Dapat kami pastikan bahwa tidak ada satupun personel TNI AL, khususnya dari Lanal TBA, yang terlibat seperti yang beredar dalam video di media sosial,” ujar Papen Lanal TBA. Selasa, 27 Januari 2026.

Ia mengatakan, di video adalah Personil dari beberapa satuan wilayah Sumut dan Aceh dalam rangka BKO pengawasan PT. APN (Agrimas Palma Nusantara).

Kasipen Lanal TBA, Kasipen Lanal TBA, Letda Laut (P) Marson Silalahi, menghimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya, terlebih yang dapat menimbulkan kesalahpahaman serta mencoreng nama baik institusi.

Menurutnya, TNI AL selalu berkomitmen menjaga profesionalisme dan disiplin personel, serta terbuka terhadap klarifikasi apabila terdapat informasi yang merugikan institusi.

“Apabila masyarakat menemukan informasi yang mencurigakan, kami berharap dapat dikonfirmasi terlebih dahulu kepada pihak berwenang agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi.” ujarnya. 

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....