Empat Faktor Penyebab Sifat Sombong Menurut Islam
- 24 Jan 2026 11:28 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan: Kesombongan menjadi salah satu penyakit hati yang kerap tidak disadari manusia. Dalam program Kajian Islami Mutiara Sore, Ustaz Junindra Banurea, M.A mengulas secara mendalam penyebab seseorang menjadi sombong menurut perspektif Islam pada Jumat,23 Januari 2025.
Dalam kajiannya, Ustaz Junindra mengawali dengan mengingatkan bahwa sifat sombong sejatinya hanya milik Allah SWT. Manusia, sebagai makhluk ciptaan-Nya, tidak memiliki hak sedikit pun untuk menyombongkan diri di hadapan Allah maupun sesama manusia.
“Allah telah menegaskan dalam Al-Qur’an, Surah Al-Isra ayat 37, agar manusia tidak berjalan di muka bumi dengan sombong dan angkuh, karena manusia tidak akan mampu menembus bumi dan tidak akan setinggi gunung,” ujar Ustaz Junindra.
Lebih lanjut, ia menjelaskan empat faktor utama yang kerap membuat seseorang terjerumus dalam kesombongan. Pertama, harta. Kekayaan, menurutnya, dapat membuat seseorang lupa diri hingga menghalalkan segala cara dan merasa lebih tinggi dari orang lain. Padahal, harta hanyalah titipan Allah yang harus dimanfaatkan di jalan kebaikan.
Kedua, pangkat dan jabatan. Jabatan adalah amanah yang harus dijalankan dengan ikhlas dan sesuai syariat, bukan sarana untuk menzalimi atau meninggikan diri. “Jabatan tidak boleh menjadikan seseorang sombong, baik di hadapan Allah maupun di hadapan manusia,” tegasnya.
Faktor ketiga adalah ilmu pengetahuan. Ustaz Junindra mengingatkan bahwa semakin tinggi ilmu seseorang, semakin besar pula godaan untuk merasa paling benar dan paling hebat. Padahal, ilmu merupakan anugerah Allah yang seharusnya diamalkan dan dibagikan dengan ikhlas agar memberi manfaat bagi orang lain.
“Ilmu yang bermanfaat dan diamalkan orang lain itulah yang akan terus mengalir pahalanya, bahkan setelah kita meninggal dunia,” jelasnya.
Sementara faktor keempat adalah amal ibadah. Ia menekankan agar umat Islam tidak terjebak pada sikap riya dan sombong atas ibadah yang dilakukan. Amal ibadah, menurutnya, semata-mata ditujukan untuk mengharap ridho Allah SWT, bukan pujian manusia.
Menutup kajiannya, Ustaz Junindra mengajak umat Islam untuk menjadikan bulan Sya’ban sebagai momentum memperbaiki diri, meningkatkan kualitas ibadah, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta mempersiapkan diri menyambut bulan suci Ramadan.
Program Kajian Islami Mutiara Sore sendiri hadir setiap hari pukul 17.30 WIB sampai pukul 18.00 WIB di Programa 4 RRI Medan dengan topik pembahasan yang berbeda.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....