BMKG dan DPR Dorong Edukasi Mitigasi Gempa Masyarakat

  • 22 Nov 2025 14:02 WIB
  •  Medan

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Republik Indonesia, Teuku Faisal Fathani, menekankan pentingnya peningkatan kapasitas kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi gempa bumi, mengingat Sumatera Utara merupakan wilayah dengan tingkat kegempaan yang tinggi.

“Sumatera Utara memiliki potensi dan risiko ketekempahan karena letaknya berada di dekat zona subdaksi lempeng serta keberadaan sesat aktif seperti Sesar Sumatera. Sejarah mencatat sejumlah gempa bumi di daerah ini,” ucap Faisal saat membuka kegiatan Sekolah Lapang Gempa Bumi (SLG) di Aula BBMKG Wilayah I Medan, Jumat (21/11/2025).

Faisal menjelaskan bahwa Kota Medan tetap rentan terhadap dampak gempa bumi meski tidak berada tepat di jalur sesar. Intensitas getaran yang terjadi dapat memengaruhi infrastruktur, terutama bangunan yang tidak dirancang tahan gempa.

“Di Medan sendiri, meskipun tidak berada di garis sesar, tetapi tetap rentan terhadap dampak gempa bumi karena intensitas getaran yang dapat mempengaruhi infrastruktur, terutama bangunan yang tidak tahan gempa,” jelasnya.

Ia menambahkan, BMKG juga menjalankan program Goes to School dan School Goes to BMKG untuk memperluas edukasi kebencanaan kepada pelajar agar masyarakat memahami potensi gempa serta langkah penyelamatan yang tepat.

Sementara itu, Anggota Komisi V DPR RI, Musa Rajekshah, menilai edukasi kesiapsiagaan seperti SLG perlu diperluas karena aktivitas kegempaan di Sumatera terjadi ribuan kali setiap tahun. Ia menegaskan pentingnya edukasi sejak usia dini agar masyarakat memiliki kebiasaan tanggap bencana.

“Kalau ini sudah kita edukasi dari anak-anak usia dini, pasti akan melekat di pikirannya, diingatannya, dan menjadi habit. Kalau terjadi gempa seperti apa, sudah tahu harus lari ke mana,” ujar Musa.

Ia juga menyebut bahwa materi kesiapsiagaan bencana sebaiknya dipertimbangkan masuk ke dalam kurikulum pembelajaran.

“Mungkin dimulai dari Kota Medan sebagai pilot project, agar nanti bisa dicontoh daerah lain,” katanya.

selain itu, Musa menekankan pentingnya edukasi mengenai bangunan aman gempa, mengingat banyak korban muncul akibat konstruksi yang tidak memenuhi standar.

“Banyak rumah dibangun hanya dari batu bata tanpa tiang dan kolom penyangga. Gempa sedikit saja bisa runtuh semuanya. Ini perlu diedukasi agar masyarakat tidak hanya memikirkan murah, tetapi juga keamanan,” ucapnya. (Raihan Putri)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....