Tragedi Nazwa: Panggilan Negara untuk Lebih Proaktif

  • 25 Agt 2025 12:26 WIB
  •  Medan

KBRN, Medan: Meninggalnya Nazwa Aliya, gadis asal Deli Serdang, Sumatera Utara, yang berpamitan untuk wawancara kerja di Medan namun justru berakhir di Kamboja, menyisakan duka mendalam bagi keluarga. Wanita berusia 19 tahun itu ditemukan meninggal akibat komplikasi medis di RS Siem Reap, Kamboja. Selain duka mendalam, keluarga harus menanggung biaya pemulangan jenazah hingga ratusan juta rupiah.

Peristiwa yang menimpa Nazwa Aliya bukanlah kasus tunggal, karena sebelumnya juga terjadi kematian warga negara Indonesia di Kamboja maupun negara lain akibat terjebak jalur penempatan ilegal. Pola berulang ini menegaskan adanya celah serius dalam sistem perlindungan, sehingga negara dituntut hadir dengan langkah proaktif, bukan sekadar reaktif.

Anggota DPR RI Komisi XIII, Maruli Siahaan, mengatakan ada kebutuhan mendesak untuk memperkuat perlindungan dini terhadap warga negara, terutama generasi muda. Maruli menekankan pentingnya keterlibatan aktif berbagai pihak serta koordinasi lintas lembaga. Hal ini untuk mencegah keberangkatan tanpa tujuan jelas dan memperkuat perlindungan WNI di luar negeri.

Menurut Maruli, koordinasi antara Kementerian Luar Negeri, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Direktorat Imigrasi) harus diperkuat. Termasuk dengan BP2MI, Kementerian Sosial, Kepolisian, hingga Komisi XIII DPR RI.

“Aparat kepolisian, pemerintah daerah, hingga kementerian terkait harus lebih terlibat memantau keberangkatan anak-anak muda tanpa tujuan jelas. Koordinasi melalui pembentukan satuan tugas khusus, penguatan regulasi mengenai tanggung jawab negara terhadap warganya yang meninggal di luar negeri melalui legislasi dan dukungan anggaran yang memadai,” ujar Maruli.

Maruli menegaskan negara memiliki kewajiban melindungi warganya, baik di dalam maupun di luar negeri. Ia mendorong pemerintah menyediakan jalur bantuan darurat dan memperketat pengawasan calon pekerja migran nonresmi.

“Negara tidak boleh abai. Harus ada jalur bantuan darurat yang bisa diakses keluarga korban, termasuk dana cepat tanggap untuk proses pemulangan jenazah,” ujar Maruli.

Maruli menuturkan tragedi yang menimpa Nazwa seharusnya menjadi alarm keras agar negara tidak menunggu korban berikutnya jatuh. Generasi muda yang mencari pekerjaan layak tidak boleh dibiarkan menjadi korban modus penipuan, sehingga negara dituntut bersikap lebih proaktif, cepat, dan peduli, bukan hanya hadir saat berduka tetapi juga saat mencegah duka terjadi. (Penulis: Raihan Putri)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....