Paksa Masuk ICU RSUD Pirngadi, Keselamatan Pasien Bukan Jadi Bahan Tontonan
- 09 Apr 2025 14:09 WIB
- Medan
KBRN, Medan: Insiden tak terduga yang terjadi di RSUD Pirngadi Medan membuat sebagian dokter angkat bicara, dr Bram Natanael menilai tindakan yang dilakukan konten kreator muda Rahmat Hidayat yang dikenal dengan nama Aleh yang memaksa masuk ke ruang ICU demi membuat konten sosial tentang pasien ODGJ, tidak hanya melanggar privasi pasien, tetapi juga membahayakan protokol keamanan rumah sakit
dr. Bram Natanael Sembiring, dokter di Klinik Simpang Pemda Medan, mengatakan keselamatan pasien bukan jadi bahan tontonan tetapi ini soal protokol keamanan rumah sakit.
“Pengalaman saya pernah sebagai dokter di Ruang ICU RS. Bhayangkara Medan, kami di ICU sedang menangani pasien-pasien kritis, dimana pasien yang butuh ketenangan. Saat itu Aleh datang, membawa kamera dan langsung menodongkan alat rekam sambil berkata ingin bantu pasien. Tapi ini bukan tempat untuk konten. Ini ruang perawatan intensif,”ujar dr. Bram kepada rri.co.id lewat pesan whatsapp pada Rabu (9/4/2025).
Ia menambahkan bahwa pihak rumah sakit sebenarnya terbuka terhadap kegiatan sosial, namun harus melalui prosedur dan izin resmi.
“Kami tidak anti terhadap kegiatan kemanusiaan. Tapi ada etika, masuk ke ICU tanpa izin dan merekam pasien adalah pelanggaran serius. Kami harus lindungi pasien kami, termasuk dari eksploitasi media sosial,” katanya.
Saat kejadian lewat video yang viral di media sosial aksi tersebut berakhir ricuh setelah Aleh didorong oleh petugas keamanan rumah sakit yang sedang menjalankan tugas dan terlibat keributan dengan keluarga pasien di RSUD Pirngadi pada Jumat (4/4/2025) lalu. Petugas keamanan mencoba menghalau Aleh, namun terjadi dorong-dorongan. Kini kedua pihak saling melaporkan ke polisi, memancing perhatian publik dan perdebatan di media sosial.
dr. Bram berharap insiden ini menjadi pelajaran penting mengingat kelakuan seperti ini pernah juga terjadi saat aleh membawa pasien ODGJ atas nama rames ke RS.Sri Ratu Medan, pada Mei 2024 lalu ia kerap membuat Rumah Sakit Sebagai tontonan.
“Kami harap masyarakat tidak tergoda untuk menjadikan penderitaan orang lain sebagai bahan tontonan. Jadi relawan itu mulia, tapi harus tahu batas. Jangan abaikan protokol demi views,” ucapnya.
Sebelumnya Direktur Utama RSUD dr Pirngadi, Suhartono juga angkat bicara dan memberikan klarifikasi atas peristiwa yang terjadi pada Jumat (4/4/2025) malam sekitar pukul 23.30 WIB.
Menurutnya, tim konten kreator datang dengan maksud baik, yaitu ingin menjumpai seorang pasien tanpa identitas yang sebelumnya menjadi korban kecelakaan pada 1 April 2025. Namun, cara mereka menyampaikan niat tersebut dinilai tidak tepat.
“Mereka datang larut malam dan ingin langsung masuk ke ruang ICU untuk merekam, bahkan dalam kondisi kamera sudah live. Petugas ICU menolak karena itu bisa mengganggu pasien lain yang sedang dalam perawatan intensif,” ujarnya, Sabtu (5/4/2025).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....