Psikolog: Pemberian THR kepada Anak Perlu Disikapi Secara Bijak
- 16 Mar 2026 22:06 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan – Pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) kepada anak-anak saat Idulfitri telah menjadi tradisi di tengah masyarakat Indonesia. Namun, tradisi tersebut dinilai perlu disikapi secara bijak agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi perkembangan anak.
Seorang psikolog dan pemerhati dunia anak usia dini, Oktariani S.Psi., M.Psi., mengatakan pemberian THR kepada anak pada dasarnya bukan merupakan kewajiban, melainkan bagian dari budaya yang berkembang di masyarakat. Karena itu, orang tua tidak harus selalu memberikan THR kepada anak setiap tahun.
Menurutnya, pemberian THR dapat memberikan sejumlah dampak positif bagi anak. Selain memberikan kebahagiaan, momen tersebut juga dapat dimanfaatkan orang tua untuk mengajarkan anak tentang rasa syukur, menabung, hingga berbagi kepada orang lain yang membutuhkan.
“Artinya mereka akan menganggap itu sebagai hadiah setelah berhasil menjalani puasa. Selain itu juga bisa mengajarkan rasa syukur tanpa melihat jumlah nominal, serta mengajarkan konsep menabung kepada anak,” kata Oktariani kepada RRI melalui sambungan telepon, pada Senin, 16 Maret 2026.
Namun di sisi lain, Oktariani mengingatkan pemberian THR yang tidak disertai pemahaman yang tepat juga dapat menimbulkan dampak negatif. Misalnya, anak menjalankan ibadah hanya karena mengharapkan hadiah atau munculnya kebiasaan meminta-minta dan membandingkan jumlah THR dengan orang lain.
Karena itu, ia mengimbau orang tua untuk mengajarkan anak memaknai THR dengan benar. Anak perlu dibiasakan untuk bersyukur berapa pun jumlah yang diterima, mengucapkan terima kasih kepada pemberi, serta belajar mengelola uang dan berbagi dengan orang lain.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....