Ramadan Momentum Kembali Mendekat dengan Al-Qur’an
- 14 Mar 2026 14:26 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan- Bulan Ramadan dikenal sebagai Syahrul Quran atau bulan diturunkannya Al-Quran. Pada momentum ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak membaca, memahami, dan mengamalkan isi Al-Quran sebagai pedoman hidup.
Ustaz Syahrul Idrus dalam Inspirasi Qolbu Pro 2 Medan mengingatkan bahwa Al-Quran diturunkan sebagai petunjuk bagi seluruh manusia, sebagaimana disebutkan dalam firman Allah pada Al-Qur'an. Ia menegaskan bahwa Ramadan menjadi waktu terbaik untuk kembali mendekatkan diri dengan kitab suci tersebut.
“Bulan Ramadan adalah bulan yang diturunkan Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan sebagai pembeda antara yang benar dan yang salah. Karena itu, di bulan ini kita dianjurkan untuk banyak membaca Al-Quran,” ujar Syahrul.
Ia menjelaskan bahwa membaca Al-Quran tidak hanya sekadar melafalkan ayat-ayatnya, tetapi juga memahami maknanya. Menurutnya, orang yang benar-benar membaca Al-Quran adalah mereka yang membacanya dengan benar serta berusaha memahami kandungannya agar dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Orang-orang yang diberikan kitab oleh Allah membacanya dengan sebenar-benarnya bacaan. Artinya mereka membaca dengan benar dan memahami apa yang dibacanya,” kata Syahrul.
Dalam tausiahnya, Syahrul juga menekankan bahwa Al-Quran merupakan kitab yang tidak memiliki keraguan di dalamnya. Ia menilai berbagai kisah dan ilmu pengetahuan yang terdapat dalam Al-Quran menjadi bukti bahwa kitab suci tersebut memiliki kebenaran yang tidak terbantahkan.
Ia mencontohkan kisah pemuda Ashabul Kahfi yang disebutkan dalam surah Al-Kahfi, di mana Allah menyebutkan mereka tertidur selama 300 tahun ditambah sembilan tahun. Menurutnya, penjelasan tersebut berkaitan dengan perbedaan perhitungan antara tahun matahari dan tahun bulan.
“Kenapa disebutkan 300 tahun ditambah sembilan tahun? Karena 300 tahun itu dihitung dengan tahun matahari, sementara tambahan sembilan tahun adalah penyesuaian dengan tahun hijriah yang menggunakan peredaran bulan,” ucap Syahrul.
Syahrul mengajak umat Islam memanfaatkan sepuluh malam terakhir Ramadan untuk semakin memperbanyak ibadah, termasuk membaca Al-Quran. Ia mengingatkan bahwa amal ibadah merupakan bekal yang akan menemani manusia setelah meninggal dunia.
“Ketika kita dikubur, harta tidak ikut, keluarga tidak ikut, sahabat juga tidak ikut. Yang ikut hanyalah amal kita. Salah satu amalan yang bisa menemani dan menjaga kita adalah membaca Al-Quran,” kata Syahrul.
Ia pun berharap umat Islam dapat menjadikan Ramadan sebagai momentum untuk membiasakan diri membaca dan memahami Al-Quran, sehingga tidak hanya memperoleh pahala, tetapi juga mendapatkan petunjuk dan ilmu pengetahuan dari kitab suci tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....