BI Dorong Pengembangan Ekonomi Syariah Lewat Serasi 2026
- 09 Mar 2026 23:27 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Kepala Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar, Ahmadi Rahman, mengatakan kegiatan Semarak Ramadhan Siantar (Serasi) 2026 bertujuan memperkuat literasi keuangan dan digitalisasi sistem pembayaran. Program ini juga menjadi upaya untuk mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di wilayah Pematangsiantar dan sekitarnya.
Hal ini disampaikannya saat pembukaan Serasi 2026 pada Kamis, 5 Maret 2026. Menurut Ahmadi, perkembangan ekonomi syariah di Indonesia menunjukkan tren yang positif. Saat ini Indonesia menempati peringkat ketiga dunia dalam Global Islamic Economy Indicator.
Meski demikian, tingkat literasi dan inklusi keuangan syariah masih relatif rendah. Hal ini menunjukkan potensi pengembangan ekonomi syariah di Indonesia masih sangat besar.
“Dengan tingkat literasi sekitar 9 persen dan inklusi sekitar 12 persen, menunjukkan masih besarnya potensi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia,” ujarnya.
Ahmadi menjelaskan Provinsi Sumatra Utara juga memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi syariah. Hal tersebut didukung oleh jumlah penduduk Muslim yang besar, serta berkembangnya UMKM halal dan industri kreatif.
Untuk mendorong potensi tersebut, Bank Indonesia menjalankan berbagai program melalui Road to Festival Ekonomi Syariah. Program tersebut mencakup pengembangan UMKM halal, sertifikasi halal, serta digitalisasi pembayaran menggunakan QRIS.
Selain itu, Bank Indonesia juga menjalankan program pemberdayaan pesantren melalui HEBITREN. Program tersebut melibatkan 12 pondok pesantren binaan di wilayah kerja Bank Indonesia Pematangsiantar.
Melalui Serasi 2026, Bank Indonesia juga melaksanakan berbagai kegiatan seperti Qurma Fest dan Serambi. Program tersebut bertujuan memperluas penggunaan QRIS, serta memastikan ketersediaan uang rupiah yang layak edar selama Ramadan dan Idulfitri.
Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah juga menggelar Gerakan Pangan Murah. Program ini bertujuan menjaga stabilitas harga pangan, sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Ahmadi mengimbau masyarakat untuk berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan.
“Belanja bijak berarti mengutamakan perencanaan dan pengelolaan keuangan yang sehat,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....