Ibel: Suara Penyiar Bisa Jadi Ladang Pahala di Bulan Ramadan
- 04 Mar 2026 20:04 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Ramadan menjadi momen penuh tantangan sekaligus makna bagi Ibel, seorang penyiar sekaligus barista. Dalam acara Ramadan Bercerita yang disiarkan di PRO 2 RRI Medan FM 92.4, Selasa, 3 Maret 2026, ia membagikan pengalamannya menjalani siaran di tengah ibadah puasa.
Menurut Ibel, perbedaan paling terasa saat siaran di bulan Ramadan adalah menahan haus ketika harus berbicara dalam durasi yang cukup panjang. Sebagai penyiar, suara menjadi modal utama dalam bekerja.
“Kalau di luar Ramadan, habis siaran bisa langsung minum. Tapi di bulan puasa ya harus ditahan. Yang paling terasa itu hausnya,” ujar Ibel.
Ia mengakui, menjaga energi dan suasana hati juga menjadi tantangan tersendiri, terutama setelah menghadapi kemacetan sebelum tiba di studio. Namun, ia memiliki cara sederhana untuk mengembalikan fokus sebelum kembali mengudara.
“Biasanya sampai studio saya cuci muka dulu, tarik napas, atau sebentar keluar lihat suasana biar lebih tenang. Setelah itu baru masuk lagi ke ruang siaran,” kata Ibel.
Bagi Ibel, menjadi penyiar di bulan Ramadan justru menghadirkan nilai lebih. Ia menilai, suara yang disampaikan melalui siaran dapat menjadi ladang pahala, terutama ketika mampu menghibur dan memberi semangat kepada pendengar.
“Kita ini menghibur orang. Kalau ada pendengar lagi macet atau lagi suntuk, lalu dengar siaran kita dan jadi lebih baik mood-nya, itu sudah jadi kebaikan,” ucap Ibel.
Meski pernah mengalami momen salah sebut atau kehilangan fokus karena kondisi fisik yang lelah, Ibel menilai hal tersebut sebagai bagian dari dinamika siaran langsung. Baginya, profesionalisme tetap menjadi prioritas.
“Yang penting kita bisa mengelola mood dan tetap semangat di udara,” ucap Ibel.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....