Bubur Pedas Kuliner Khas Tanjungbalai Dinantikan saat Ramadan

  • 22 Feb 2026 21:08 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Tanjungbalai - Bubur pedas menjadi salah satu kuliner khas Melayu Tanjungbalai yang selalu hadir dan dinantikan masyarakat setiap bulan suci Ramadan. Hidangan tradisional ini bahkan dianggap sebagai menu wajib berbuka puasa oleh sebagian besar warga, karena sensasi rasa dan kekayaan rempah yang dimilikinya.

Bagi masyarakat Tanjungbalai, berbuka puasa terasa belum lengkap tanpa menikmati seporsi bubur pedas. Makanan khas ini hanya mudah ditemukan selama bulan Ramadhan, baik di bazar Ramadhan, maupun di rumah-rumah warga yang masih menjaga tradisi memasaknya secara turun-temurun.

Bubur pedas dikenal memiliki cita rasa yang khas dengan aroma rempah yang kuat. Konon, bubur ini terbuat dari campuran hingga 40 jenis rempah dan bahan alami, seperti kacang tanah, wortel, kentang, serta berbagai sayuran dan bumbu pilihan lainnya. Perpaduan tersebut menghasilkan rasa gurih, sedikit pedas, dan menyegarkan.

Untuk menambah kenikmatan, bubur pedas biasanya dilengkapi dengan tambahan lauk seperti suwiran daging ayam maupun kerang. Kombinasi ini membuat hidangan tersebut semakin kaya rasa dan bergizi, sehingga cocok dikonsumsi setelah seharian menahan lapar dan dahaga.

Awi salah satu pedagang mengatakan, bahwa Ia sudah berdagang bubur pedas sejak tahun 2000 setiap datangnya Ramadhan.

“Saya berjualan bubur pedas hanya saat Ramadhan saja. Kalau hari biasa, bubur pedas sulit bahkan tidak ada ditemukan kalau tidak dipesan untuk acara hajatan,” ujarnya. Minggu (22/2/2026).

Ia juga mengatakan, bahwa dalam satu hari bisa menjual hingga 100 bungkus lebih dengan harga Rp. 12 ribu per bungkusnya.

“Bubur pedas selalu diminati, bukan hanya masyarakat yang melaksanakan puasa, masyarakat lain pun tidak jarang membeli. Bukan hanya bubur pedas, roti jala kombinasi kuah kari ayam,” ucapnya.

Selain sebagai menu berbuka, bubur pedas juga menjadi simbol kebersamaan dan kearifan lokal masyarakat Melayu Tanjungbalai. Tradisi memasak dan menyantap bubur pedas bersama keluarga maupun tetangga mempererat tali silaturahmi di bulan penuh berkah ini.

Keberadaan bubur pedas di setiap Ramadhan diharapkan dapat terus dilestarikan, agar kuliner khas Melayu Tanjungbalai tetap terjaga dan dikenal oleh generasi muda maupun masyarakat luas.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....