Radio Jadi Mata Tunanetra Nikmati Piala Dunia 2026
- 19 Jun 2026 07:50 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan – Euforia Piala Dunia 2026 turut dirasakan penyandang tunanetra di Sumatera Utara. Melalui kegiatan dengar bareng dan siaran radio, mereka tetap dapat mengikuti jalannya pertandingan serta merasakan atmosfer pesta sepak bola terbesar di dunia.
Ketua DPD Pertuni Sumatera Utara, Syaiful Bakti Daulay, mengatakan antusiasme anggota Pertuni dalam mengikuti pertandingan Piala Dunia sangat tinggi. Menurutnya, kegiatan dengar bareng selalu mendapat sambutan positif dari para anggota, bahkan saat pertandingan berlangsung hingga dini hari.
"Ya, sangat euforia mereka. Karena dengan kejutan-kejutan mereka itu berteriak, bergembira mendengar arahan-arahan dari penjelasan-penjelasan dari bola itu. Jadi mereka itu sangat memang euforialah dan antusias," ujarnya kepada RRI pada Kamis, 18 Juni 2026.
Syaiful menjelaskan, para penyandang tunanetra menikmati pertandingan melalui siaran audio dan bantuan deskripsi dari teman-teman yang dapat melihat. Dengan cara tersebut, mereka tetap dapat mengikuti perkembangan pertandingan dan merasakan suasana layaknya penonton lainnya.
Sementara itu, anggota Pertuni Sumut, Alex, menilai siaran radio memiliki peran penting dalam memberikan akses informasi olahraga bagi penyandang tunanetra. Menurutnya, laporan pandangan mata yang disampaikan komentator radio membantu pendengar memahami jalannya pertandingan secara lebih rinci.
"Si tunanetra juga tidak kehilangan informasi akibat ada relay dari RRI ini. Dia juga tahu pemain-pemain sepak bola, bahkan bisa menceritakan juga apa yang diceritakan oleh mereka yang normal tentang bola itu karena dia mengikuti siaran bola melalui laporan pandangan mata RRI," katanya.
Alex menambahkan, keberadaan siaran radio tidak hanya bermanfaat bagi penyandang tunanetra, tetapi juga bagi masyarakat di daerah yang memiliki keterbatasan akses televisi atau internet. Ia berharap siaran laporan pandangan mata terus dipertahankan, karena mampu menghadirkan informasi yang lebih inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Radio dinilai tetap relevan bagi penyandang tunanetra karena mampu menghadirkan deskripsi pertandingan secara detail dan mudah dipahami. Sejumlah organisasi Pertuni di berbagai daerah juga mengapresiasi program siaran dan dengar bareng Piala Dunia 2026 yang dinilai memberikan akses informasi olahraga yang lebih setara bagi penyandang disabilitas netra.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....