Hari Orangutan Sedunia, YEL Ajak Masyarakat Bergerak Nyata
- 22 Agt 2026 17:23 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Memperingati Hari Orangutan Sedunia 2026, Yayasan Ekosistem Lestari (YEL) bersama Kompas USU menggelar diskusi bertajuk “Act for Orangutan: From Awareness to Action” di Café Sanur Senja, Medan, Jumat 21 Agustus 2026. Kegiatan ini mengajak masyarakat untuk tidak berhenti pada kepedulian atau pengetahuan, masyarakat dapat mengambil bagian dalam konservasi melalui berbagai cara sesuai dengan kapasitasnya, termasuk dengan mendukung perlindungan hutan dan membangun pilihan serta perilaku yang lebih ramah terhadap lingkungan.
Perwakilan Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL) Slamet Indarjo, memaparkan peran kawasan konservasi dalam menjaga hutan sebagai habitat berbagai jenis satwa, termasuk orangutan. Perlindungan kawasan dan habitat menjadi salah satu bagian penting dalam memastikan keberlangsungan kehidupan satwa liar di alam.
Dosen Fakultas Pertanian dan Kehutanan Universitas Satya Terra Bhineka, Sahat Girsang menyampaikan pentingnya memahami hutan sebagai sebuah ekosistem yang saling terhubung. Ekosistem hutan bukan hanya sekadar kumpulan pepohonan. Di dalamnya terdapat hubungan yang kompleks antara tumbuhan, satwa, air, tanah, dan berbagai bentuk kehidupan lainnya.
Pemahaman dan ilmu pengetahuan dapat membantu manusia untuk semakin memahami hubungan tersebut. Sehingga pengelolaan dan upaya pelestarian ekosistem dapat dilakukan dengan lebih baik.
Sementara itu, perwakilan Balai Besar KSDA Sumatera Utara (BBKSDA Sumut), Edina Ginting, mengajak masyarakat untuk melihat keberadaan orangutan sebagai bagian dari kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia yang patut dibanggakan. Kebanggaan tersebut perlu diwujudkan melalui kepedulian dan dukungan terhadap upaya perlindungan orangutan dan habitatnya.
Ia menyebut orangutan merupakan salah satu kekayaan alam Indonesia yang tidak dimiliki oleh banyak negara dan keberadaannya perlu dijaga bersama. Diskusi tersebut juga membahas berbagai upaya konservasi yang telah dan terus dilakukan oleh pemerintah dan lembaga konservasi, serta pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam menghadapi tantangan pelestarian orangutan dan habitat hutan.
Ketua Yayasan Ekosistem Lestari (YEL), Kusnadi, mengajak masyarakat untuk memaknai Hari Orangutan tidak hanya sebagai hari untuk memperingati keberadaan orangutan. Menurutnya, momentum Hari Orangutan juga dapat menjadi waktu untuk melakukan refleksi dan introspeksi sebagai manusia. Keberlangsungan orangutan sangat dipengaruhi oleh keputusan, pilihan, dan tindakan manusia dalam menjaga hutan dan lingkungan.
Selain sesi diskusi, kegiatan ini juga menampilkan pertunjukan teatrikal oleh pelajar MTsN 4 Langkat. Melalui pertunjukan tersebut, para pelajar menyampaikan gambaran tentang kondisi dan masa depan orangutan yang sangat bergantung pada kepedulian manusia terhadap keberadaan mereka dan habitat hutan.
Melalui peringatan Hari Orangutan Sedunia 2026, YEL berharap semakin banyak masyarakat memahami bahwa menjaga orangutan tidak dapat dipisahkan dari menjaga hutan. Sebab, ketika hutan tetap terjaga, kehidupan di dalamnya juga memiliki kesempatan untuk terus bertahan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....