UKWR RRI Korwil XVI Dibuka, Perkuat Kapasitas dan Profesionalisme Jurnalis

  • 10 Agt 2026 16:46 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan Radio (UKWR) resmi dibuka Direktur Utama LPP RRI, I Hendrasmo melalui Virtual zoom, Senin, 10 Agustus 2026 pagi. Pembukaan diikuti peserta UKWR angkatan 50 dan 51 dari Korwil XVI Medan dan angkatan 52 dan 53 untuk Korwil IX Pontianak.

Kegiatan yang berlangsung hingga Kamis, 13 Agustus mendatang, Korwil XVI diikuti total 36 peserta, baik dari RRI Medan, RRI Sibolga, dan RRI Gunungsitoli. Kegiatan yang dipusatkan di Gedung Serbaguna RRI Medan tersebut merupakan bagian dari program kerja Pusbangkom LPP RRI dalam meningkatkan kompetensi angkasawan dan angkasawati.

Ujian UKWR juga menghadirkan sejumlah dewan penguji, diantaranya Enderiman Butar Butar, Haris Fadhillah, dan Sri Darni. Pembukaan juga dihadiri Kespta RRI Medan, Besty Charmin Simatupang, Kepala LPP RRI Sibolga, Isnaini, dan Kepala LPP RRI Gunungsitoli, Junilman.

Dirut LPP RRI, I Hendrasmo mengatakan UKWR dalam rangka penguatan kompetensi reporter RRI, baik saat melakukan tugas jurnalistik di lapangan. Kompetensi menjadi salah satu kebutuhan utama yang harus dimiliki semua angkasawan dan angkasawati RRI, terutama untuk memastikan proses dan hasil kerja peliputan benar-benar menjunjung kaedah etika jurnalistik diantaranya menjunjung profesionalisme.

“RRI punya tugas bagaimana kita selalu berupaya untuk memeprbaiki bagaiaman mengemas informasi. Maka, pada hari ini kita selenggarakan uji kompetensi wartawan radio dengan harapan kita semakin memiliki kapasitas yang semakin meningkat, profesionalisme seagai standar kode etik jurnalis dunia,” ucap I Hendrasmo.

Sementara, Kepala LPP RRI Medan, Besty Charmin Simatupang mengatakan di era saat ini profesionalisme menjadi tuntatan kerja jurnalistik. Maraknya informasi bohong dan menyesatkan, menjadi tugas para reporter termasuk RRI untuk memastikan informasi yang disebarluaskan melalui berbagai platform benar dan bermanfaat bagi semua publik.

“Kami harapkan kegiatan ini menjadi komitmen kita untuk menunjukkan kompetensi dan profesional sebagai wartawan,” ucap wanita yang juga salah satu maestro reporter RRI ini.

Seorang dewan penguji UKWR, Enderiman Butar Butar mengatakan UKWR juga sangat penting tidak hanya mendukung kerja jurnalistik, tetapi menjadi etika bagi jurnalis untuk menjunjung profesionalisme. Apalagi, cek dan ricek menjadi hal krusial dalam memastikan informasi atau berita yang disajikan tidak hoax atau bisa dibuktikan kebenarannya.

“Intinya, UKWR yang kita laksanakan ini untuk menjaga marwah RRI agar tetap eksis di tengah-tengah gempuran media sosial yang saat ini hitungannya detik. Kita harapkan semua peserta bisa memahami kaedah dan kode etik jurnalistik, termasuk penguatan konten berita radio,” kata Enderiman Butar Butar.

Seorang penguji lainnya, Haris Fadhillah, mengatakan kompetensi wartawan dinilai dari pemahaman terhadap etika jurnalistik, penguasaan pengetahuan, serta keterampilan teknis. Keterampilan tersebut antara lain kemampuan menyunting naskah, audio, dan visual.

“Untuk menjadi kompeten, peserta harus mendapatkan nilai minimal 70. Jika nilainya di bawah 70, maka peserta dinyatakan belum kompeten. Namun, rata-rata peserta bisa mendapatkan nilai 75 sampai 80,” ujarnya di sela-sela pembukaan.

Sementara, Ketua panitia pelaksanaan UKWR, Indra Widyastuti, mengatakan pelaksanaan UKWR ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme jurnalis radio. Widyastuti menyebut total peserta berjumlah 36 orang dan akan dibagi dalam dua sesi yakni pada 10-11 Agustus dan 12 -13 Agustus.

“Harapan kami, seluruh peserta yang mengikuti UKW selama empat hari di Medan ini dapat lulus dan dinyatakan kompeten. Dengan kompetennya mereka sebagai jurnalis, tentunya dapat menghasilkan karya-karya jurnalistik yang lebih baik dan memberikan informasi yang lebih terpercaya kepada masyarakat,” ucap Widyastuti.

Pada kegiatan hari pertama, menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai instansi sebagai salah satu uji modul UKWR, yakni sesi konferensi pers dan doorstop. Ada dua narasumber yang hadir, yakni Head Of Corporate Communication PT Inalum (Persero), Utrich Farzah dan Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Kominfo Sumut, Porman Mahulae.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....