Wamenhaj: Integritas dan Meritokrasi Jadi Fondasi Budaya Kerja Kemenhaj
- 25 Jul 2026 20:59 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Bogor – Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan integritas dan meritokrasi menjadi fondasi utama dalam membangun budaya kerja Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj). Sebagai kementerian baru, Kemenhaj dituntut menghadirkan tata kelola yang profesional, akuntabel, dan mampu memperoleh kepercayaan publik melalui kualitas aparatur sipil negara (ASN).
Penegasan tersebut disampaikan Dahnil, saat menutup Entry Program Mutasi ASN Karier Kementerian Haji dan Umrah di Bogor, pada Kamis, 23 Juli 2026. Menurutnya, Kemenhaj harus membangun budaya organisasi yang berorientasi pada integritas, profesionalisme, dan pelayanan terbaik kepada jemaah haji dan umrah.
"Integritas adalah wajah utama Kemenhaj. Ambil seluruh kebaikan yang diwariskan instansi-instansi sebelumnya, tetapi tinggalkan hal-hal yang buruk. Kita sedang membangun budaya baru yang menjadi fondasi kementerian ini," ujarnya.
Dahnil menekankan, budaya meritokrasi harus diterapkan dalam setiap proses pengembangan organisasi. Setiap ASN didorong menunjukkan kinerja, kompetensi, dan kapasitas terbaik agar penugasan maupun pengembangan karier berlangsung secara objektif, adil, dan berbasis prestasi.
"Di Kementerian Haji dan Umrah, tidak boleh ada ruang bagi budaya yang mengabaikan kompetensi. Meritokrasi harus menjadi cara kita bekerja sehingga setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi dan berkembang berdasarkan kapasitas serta kinerjanya," katanya.
Dahnil juga mengingatkan bahwa perubahan budaya kerja dimulai dari setiap individu ASN. Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap Kemenhaj akan ditentukan oleh perilaku aparatur dalam menjalankan amanah, bukan hanya melalui kebijakan yang dihasilkan.
Dalam arahannya, Dahnil mengutip pandangan Ibnu Taimiyah dalam kitab As-Siyasah Asy-Syar'iyyah yang menyebut dua syarat utama keberhasilan pemerintahan adalah al-quwwah (kompetensi) dan al-amanah (integritas). Ia menegaskan kedua nilai tersebut harus berjalan beriringan agar Kemenhaj mampu menjadi institusi yang dipercaya publik.
Entry Program Mutasi ASN Karier menjadi bagian dari upaya penguatan budaya organisasi Kemenhaj. Melalui program ini, ASN yang bergabung di lingkungan Kemenhaj diharapkan memiliki kesamaan nilai, semangat kolaborasi, serta komitmen membangun budaya kerja yang berlandaskan integritas, meritokrasi, dan pelayanan terbaik bagi jemaah haji dan umrah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....