Mendagri Minta Daerah Terdampak Bencana Segera Realisasikan Dana TKD

  • 21 Mei 2026 18:33 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) yang juga Kepala Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Bencana Sumatera, Tito Karnavian, meminta dana Transfer ke Daerah (TKD) bagi daerah terdampak bencana segera direalisasikan. Hingga kini sebagian daerah belum memanfaatkan anggaran tersebut.

Hal tersebut disampaikan Tito Karnavian, dalam rapat melalui video conference di Jakarta, Kamis 21 Mei 2026. Rapat juga diikuti Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Bobby Nasution.

Sebelumnya, daerah-daerah terdampak banjir dan longsor pada akhir 2025 tidak terkena penyesuaian TKD tahun 2026. Tito Karnavian menegaskan anggaran yang tidak dipotong tersebut harus segera digunakan untuk mitigasi dan penanganan bencana.

Total tambahan TKD untuk tiga Provinsi, yakni Sumut, Sumatera Barat, dan Aceh, serta 52 Kabupaten/Kota mencapai Rp10,6 triliun. Khusus Sumut, alokasi mencapai Rp6,3 triliun yang dibagi untuk Pemprov Sumut dan 18 kabupaten/kota terdampak bencana.

“Ada beberapa daerah yang sudah mendapatkan anggaran tetapi belum juga digunakan, atau belum ada perencanaan. Kami berharap itu segera digunakan, kerjakan apa yang bisa dikerjakan untuk penanganan bencana,” kata Tito Karnavian.

Selain itu, Tito Karnavian juga meminta pemerintah daerah segera merealisasikan dana hibah antardaerah terdampak bencana. Pemprov Sumut akan menghibahkan Rp25 miliar kepada Aceh Tengah untuk penanganan bencana.

“Ini juga mohon disegerakan karena ada daerah-daerah yang walau TKD-nya dikembalikan ke tahun lalu, anggarannya malah turun,” ujarnya.

Menurut Tito Karnavian, saat ini Bappenas tengah menyusun Rencana Induk (Renduk) rehabilitasi daerah terdampak bencana untuk periode 2026-2028. Penyusunan tersebut dilakukan dengan skala prioritas, agar penanganan dapat berjalan lebih cepat dan terarah.

“Bappenas sedang menyusun Renduk untuk tahun 2026-2028, tentu dengan skala prioritas. Kita ingin ini cepat selesai, jadi saya mohon untuk bekerja cepat,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....