Hilal Tak Tampak di Medan, tapi Telah Memenuhi Syarat Mabims
- 17 Mei 2026 20:38 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara bersama Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan menggelar pemantauan rukyatul hilal awal Dzulhijjah 1447 Hijriah di Anjungan Lantai 9 Kantor Gubernur Sumatera Utara, Minggu, 17 Mei 2026.
Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Utara, Safrizal Bancin mengatakan, hilal di Kota Medan belum dapat terlihat jelas karena posisi ketinggian hilal berada di angka 6,52 derajat.
“Berdasarkan apa yang disampaikan dari BMKG, dia bisa nampak jelas dari Kota Medan apabila di atas 8 sampai 10 derajat. Jadi posisi kita pada saat ini kondisi hilal berada di 6,52 derajat,” ujarnya.
| Baca juga: DPR RI Apresiasi Bantuan Kemanusiaan Polri |
Meski demikian, Safrizal menyebut posisi hilal di Medan telah memenuhi kriteria MABIMS ( Menteri Agama Brunei Darissalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) atau Imkanur Rukyat, yakni tinggi hilal di atas 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.
“Karena ketentuan MABIMS itu apabila sudah di atas 3 derajat, otomatis besok itu akan jatuh tanggal 1 Dzulhijjah. Demikian juga elongasinya, minimal itu 6,4 derajat. Kita sudah berada di elongasi 10,” katanya.
Ia menambahkan, secara hisab penentuan awal Dzulhijjah sudah memenuhi syarat sehingga Hari Raya Iduladha diperkirakan jatuh pada 27 Mei 2026.
“Jadi secara hisab itu sudah jelas. Jadi insya Allah besok itu jatuh tanggal 1 Zulhijah. Dan Hari Raya ataupun 10 Zulhijah itu tepatnya tanggal 27 bulan Mei,” ucapnya.
Sebelumnya, Perwakilan Pengamat Meteorologi dna Geofisika Muda BBMKG Wilayah I Medan, Endah Puspita menyampaikan hasil pemantauan hilal awal Dzulhijjah 1447 Hijriah di Medan. Berdasarkan data hisab, posisi hilal di wilayah Indonesia telah berada di atas ufuk dengan ketinggian antara 3 hingga 6,95 derajat dan elongasi antara 8,91 hingga 10,62 derajat.
“Untuk di wilayah Medan sendiri, ketinggian hilal adalah 6,52 derajat. Sedangkan elongasinya sebesar 10,47 derajat,” kata Endah.
Selain itu, umur bulan di Kota Medan saat matahari terbenam mencapai 15 jam 29 menit dengan lama hilal berada di atas ufuk sekitar 33 menit 40 detik. Meski secara pengamatan visual hilal belum tampak jelas, data hisab menunjukkan posisi hilal telah memenuhi syarat penetapan awal Dzulhijjah 1447 Hijriah.
Namun demikian, penetapan resmi awal Dzulhijjah dan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah tetap menunggu keputusan pemerintah melalui sidang isbat Kementerian Agama Republik Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....