Menkomdigi Tinjau Konektivitas dan Siaran Pascabanjir Aceh

  • 28 Des 2025 18:31 WIB
  •  Medan

KBRN, Medan: Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid meninjau langsung posko pengungsian warga terdampak banjir di Desa Bundar, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang pada Minggu (28/12/2025).

Meutya menjelaskan kunjungan tersebut berdasarkan instruksi Presiden kepada seluruh jajaran kabinet untuk menyegerakan percepatan pemulihan di sektor masing-masing, pihaknya bertanggung jawab untuk memastikan koneksi internet dan seluler kembali.

“kita hari ini bersama-sama dengan berbagai mitra dari Kementerian Komdigi, para operator seluler, ada Telkomsel, Indosat, XL, kemudian ini juga ada Dirut RRI, TVRI, dan sebagainya untuk memastikan bahwa tugas kita masing-masing itu bisa berjalan maksimal pulih sebelum tahun berganti,” ucapnya.

Meutya mengatakan pemulihan jaringan telekomunikasi di wilayah Aceh secara umum telah mencapai lebih dari 90 persen. Namun khusus di Aceh Tamiang dan Gayo Lues, tingkat konektivitas masih berada pada kisaran 60 hingga 80 persen.

“Pemulihan terus kami percepat bersama seluruh operator seluler. Targetnya dalam beberapa hari ke depan konektivitas di Aceh Tamiang bisa meningkat di atas 90 persen,” ujar Meutya.

Ia menjelaskan, pemerintah bersama operator telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi, mulai dari penggunaan genset hingga baterai cadangan di base transceiver station (BTS), agar layanan komunikasi tetap berjalan meski pasokan listrik terganggu. Meutya juga mengapresiasi kerja keras para operator yang tetap bertugas meski sebagian keluarga mereka turut terdampak bencana.

Lebih lanjut, Meutya menegaskan Kementerian Komdigi bersama seluruh mitra terus bergotong royong untuk memastikan siaran segera pulih agar masyarakat mendapat informasi yang sebenar-benarnya dari lokasi.

“Pak Presiden juga mengatakan harus gotong royong kerja semua, pemerintah pusat, pemerintah daerah, tadi saya sudah bertemu juga dengan Pak Bupati, kemudian dari Kementerian Komdigi, ekosistem kami semua berangkat, ada dari seluruh operator seluler, ada APJII, Asperindo, Pos, Antara, RRI, TVRI, semua hadir, di antaranya untuk memastikan juga siaran-siaran harus jalan pulih,” katanya.

Sementara itu, salah seorang pengungsi di Posko Desa Bundar, Kecamatan Karang Baru, Fitriah mengatakan bantuan logistik yang diterima warga pengungsian sejauh ini sudah mencukupi.

“Kalau untuk makanan dan beras, alhamdulillah sudah ada semua. Yang masih kurang itu air bersih, karena kami butuh untuk mandi, mencuci, dan ibadah,” ujar Fitriah.

Selain air bersih, Fitriah juga menyampaikan kondisi pasokan listrik di lokasi pengungsian belum sepenuhnya stabil. Menurutnya, aliran listrik masih kerap padam secara bergantian.

“Kalau listrik alhamdulillah sekarang walaupun bergantian, kadang hidup kadang mati. Belum stabil,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....