Kemendikdasmen Salurkan Bantuan Pendidikan ke Aceh Tamiang
- 12 Des 2025 00:09 WIB
- Medan
KBRN, Aceh Tamiang: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyalurkan bantuan operasional pendidikan bagi sekolah terdampak bencana di Aceh Tamiang. Penyerahan secara simbolis dilakukan di Posko Pusat Bencana Aceh Tamiang pada Selasa (9/12/2025).
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, mengatakan bantuan tersebut mencakup seluruh jenjang pendidikan yang terdampak banjir, mulai dari TK hingga SLB.
"Tadi kita serahkan bantuan operasional untuk sekolah-sekolah yang terdampak banjir. Mulai dari TK, SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB. Jumlahnya bervariasi, kalau TK kita berikan bantuan 10 juta, SD 15 juta, SMP 20 juta, SMA dan SMK 25 juta, SLB 25 juta," ucap Abdul Mu'ti.
| Baca juga: 19 Tahun Pertagas menuju Indonesia Emas 2045 |
Ia menjelaskan, untuk proses pendataan masih berlangsung dan terus diperbarui untuk memastikan seluruh sekolah terdampak menerima bantuan.
"Ini tadi penyerahan simbolis, anti datanya kami akan memintakan kepada Kepala Cabang Dinas di wilayah Aceh Tamiang ini," katanya.
Ia menambahkan bahwa setelah data lengkap dihimpun, seluruh bantuan akan disalurkan sepenuhnya tanpa terkecuali.
| Baca juga: DPR RI Apresiasi Bantuan Kemanusiaan Polri |
Abdul Mu'ti juga menegaskan, sekolah yang mengalami kerusakan berat akan diprioritaskan dalam program revitalisasi pendidikan tahun 2026, termasuk di antaranya sekolah yang harus direlokasi, karena lokasi lama, tidak aman.
"Kami memang memprioritaskan sekolah yang terdampak oleh bencana banjir dan tanah longsor ini diprioritaskan untuk dana revitalisasi tahun 2026, kalau relokasi tentu kalau sudah ada lahan yang baru yang disediakan pemerintah daerah, nanti kita juga akan bantu dengan bantuan sebagaimana unit sekolah baru," Ucap Abdul Mu'ti.
Terkait masa ujian semester, Abdul Mu'ti memberikan kebijakan khusus, agar siswa tidak terbebani situasi darurat.
"Karena memang situasinya tidak memungkinkan untuk belajar maka tidak usah dilakukan tes, nilai-nilai harian yang dikumpulkan selama satu semester itu bisa menjadi bagian dari nilai yang nanti dimasukkan di rapor," ucapnya.
Ia menambahkan, bahwa kebijakan tersebut berlaku di seluruh sekolah terdampak, menyesuaikan kondisi masing-masing.
"Jadi semuanya kami berikan kebijaksanaan disesuaikan dengan kondisi masing-masing," ujarnya.
(Raihan Putri)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....