Banyak Desa di Aceh Tamiang Masih Terisolir
- 10 Des 2025 16:51 WIB
- Medan
KBRN, Aceh Tamiang – Sejumlah wilayah di Aceh Tamiang hingga kini masih terisolir akibat lumpur tebal dan kerusakan infrastruktur pascabanjir besar yang melanda daerah tersebut. Kondisi ini membuat proses pendistribusian bantuan serta upaya pemulihan warga terhambat di banyak titik.
Plt. Sekretaris Daerah Aceh Tamiang, Syuibun Anwar, mengatakan berdasarkan laporan para camat dan kepala desa, masih banyak permukiman warga yang belum dapat dijangkau tim pemerintah.
“Masih ada desa-desa yang terisolir, penuh dengan lumpur, dan belum bisa kita lalui,” ujarnya kepada RRI, Selasa (9/12/2025).
Syuibun menyebut Salah satu wilayah yang paling terdampak adalah Kampung Sukumur, yang menurut laporan lapangan mengalami kerusakan parah. Rumah-rumah warga tenggelam dalam lumpur tebal dan akses menuju desa tersebut belum dapat ditembus hingga saat ini.
“Kampung Sekumur itu habis, dan masih dalam sekali. Aksesnya belum bisa kita tembus,” ucap Syuibun.
Selain tertutup lumpur, sejumlah akses transportasi juga mengalami kerusakan berat. Jembatan di Lubuk Sidup dilaporkan putus, sehingga jalur utama menuju Kecamatan Banda Pusaka terputus total. Kondisi ini membuat warga di kawasan itu kesulitan keluar dari desa maupun menerima bantuan.
Dalam waktu bersamaan, pemerintah daerah masih memprioritaskan pengaturan dan penyaluran bantuan yang datang dari berbagai pihak, namun keterbatasan akses membuat sebagian wilayah belum dapat disentuh bantuan secara optimal.
“Kami sedang fokus mengoordinir bantuan yang masuk, tetapi karena ada banyak desa yang terisolir, kami belum bisa melihat langsung ke seluruh lokasi,” kata Syuibun.
Ia menambahkan bahwa kondisi lumpur yang sangat tebal dan membuat warga kesulitan membersihkan rumah mereka. Banyak warga masih bertahan di jalan-jalan utama atau jembatan yang dianggap lebih aman sambil menunggu lumpur surut.
(Raihan Putri)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....