​Menteri Komdigi Luncurkan Garuda Spark Innovation Hub Medan

  • 08 Nov 2025 18:25 WIB
  •  Medan

KBRN, Medan: Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Meutya Hafid, meluncurkan Garuda Spark Innovation Hub di Kota Medan, Sabtu (8/11/2025). Program ini untuk menyiapkan generasi muda di Sumatra Utara menjadi technopreneur dan digital talent.

Meutya Hafid mengatakan Medan yang dikenal sebagai kota perdagangan, juga diharapkan menjadi kota ide dan inovatif yang lahir dari generasi muda. Diluncurkannya Garuda Spark Innovation di Medan, karena kota ini menjadi salah satu penyumbang digital ekonomi di Tanah Air.

"Talenta-talenta di Sumatra Utara tinggi, kreativitasnya luar biasa, animonya juga tinggi. Sehingga amat tepat kita membuat Innovation Hub di Sumatra Utara dalam rangka mempertemukan talenta-talenta yang luar biasa ini, dengan para pemimpin industri dan juga investor," katanya pada acara peluncuran di Pos Bloc Medan.

Ia mengungkapkan indeks digital Kota Medan ada di peringkat ke-7 dari seluruh kota di Indonesia. Medan juga menjadi kota yang menduduki peringkat pertama di luar Pulau Jawa dengan indeks digital tertinggi.

"Peringkat ke-7 ini sebuah prestasi, dan kami yakin ini bisa naik. Jadi modalitas anak-anak muda Kota Medan memang sangat tinggi," ucapnya.

Meutya optimis dengan memberikan wadah seperti Garuda Spark Innovation Hub, bisa mendorong bisa mendorong pertumbuhan ekonomi digital di daerah ini.

"Jangan lupa bahwa potensi ekonomi digital Indonesia menurut berbagai sumber internasional adalah 35 triliun pada tahun 2030. Nah ini yang kita ingin Medan juga dan Sumatra Utara juga dapat kue dari angka pertumbuhan atau nilai ekonomi sebesar Rp35 triliun," ujarnya.

Direktur Jenderal Ekosistem Digital, Edwin Hidayat Abdullah menambahkan, dengan Garuda Spark Innovation ini pihaknya akan melakukan training, membantu pertemuan dengan investor, hingga bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan besar. Selain itu juga akan ada event untuk sharing knowledge dan pengalaman, dengan mentor dari startup-startup yang lebih besar.

"Ini bukan tempat, tapi wadah pertemuan para kreatif, inovator, startup dengan ekosistem bisnisnya. Kita target dalam 5 tahun ini, digital talent atau mereka yang literasi digitalnya cukup bagus itu 2 juta, technopreneur yang memanfaatkan teknologi digital untuk kehidupannya juga 2 juta, jadi total 4 juta se-Indonesia," ujarnya.

Dari jumlah tersebut, ia berharap Kota Medan bisa menyumbang sekitar 5 persen. Dengan fokus pada agritech dan foodtech.

Sementara itu, Wali Kota Medan Rico Waas menginginkan anak-anak muda Medan menjadi key player, atau technopreneur dengan adanya program ini. Pihaknya memberikan ruang yang besar bagi anak-anak muda Medan untuk berkreasi.

"Saya sebagai wali kota akan mendukung penuh bagaimana pembangunan kreativitas digital di Kota Medan. Dengan teknologi yang begitu banyak datang ke dunia kita sekarang, potensinya begitu besar untuk menciptakan ekonomi-ekonomi baru yang nanti bisa dibangun," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....