Transformasi Kemendukbangga Menjawab Tantangan Bonus Demografi
- 24 Okt 2025 09:49 WIB
- Medan
KBRN, Medan: Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Sekretaris Utama BKKBN, Prof. Budi Setiyono, memaparkan arah baru transformasi kelembagaan Kemendukbangga/BKKBN dalam kegiatan Konsolidasi Program Bangga Kencana bagi Tenaga Lini Lapangan dan ASN di Provinsi Sumatra Utara, Kamis (23/10/2025).
Ia menjelaskan transformasi ini merupakan langkah strategis dalam menjawab tantangan bonus demografi. dan mendukung visi Indonesia Emas 2045. Menurutnya, Indonesia kini berada pada masa penting di mana lebih dari 70 persen penduduk berada pada usia produktif. Namun sebagian besar masih bekerja di sektor informal dan rentan secara ekonomi serta sosial.
“Bonus demografi bukan hanya peluang, tapi juga tantangan besar. Jika tidak dikelola dengan baik, potensi ini justru bisa menjadi beban,” ujarnya.
Dari BKKBN Teknis ke Kemendukbangga Strategis
Budi menuturkan, transformasi BKKBN menjadi Kemendukbangga menandai perubahan paradigma dari lembaga teknis menjadi lembaga strategis. Jika sebelumnya fokus utama adalah pengendalian kelahiran, kini arah kebijakan bergeser menjadi pembangunan manusia berbasis kesejahteraan keluarga secara menyeluruh.
“Selama ini pembangunan manusia masih terlalu tersentralisasi di sektor bukan pada keluarga. Padahal keluarga adalah simpul dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan sosial,” ucapnya.
Transformasi ini menempatkan Kemendukbangga sebagai policy stimulator yang menjembatani berbagai kebijakan lintas kementerian dan daerah. Sekaligus memperkuat integrasi data kependudukan nasional.
Prof. Budi menjelaskan empat pilar utama dalam arah transformasi Kemendukbangga, yakni Pengembangan Kebijakan Populasi Berbasis Data dan Bukti, Stimulator Kebijakan Lintas
Kementerian dan Daerah. Kemudian, Promosi Inovasi Sosial dan Layanan Digital, serta Kemitraan Transformasional (Pentahelix).
Pilar-pilar ini diharapkan mampu memperkuat sistem pembangunan manusia yang terintegrasi dan berkelanjutan dengan keluarga sebagai pusat kebijakan.
Lima Program Quick Win 2025
Sebagai langkah awal transformasi, Kemendukbangga telah menyiapkan lima program unggulan (quick win) yang akan mulai dijalankan pada tahun 2025. Yakni, Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting), sebagai paya mencegah risiko stunting melalui intervensi gizi, parenting, dan sanitasi.
Kemudian, Gati (Gerakan Ayah Teladan Indonesia), mendorong keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak untuk memperkuat ikatan keluarga. Lansia Berdaya, program pemberdayaan ekonomi dan sosial bagi lansia agar tetap produktif.
Selanjutnya, Tamasya (Taman Asuh Sayang Anak), fasilitasi daycare unggulan untuk mendukung keluarga pekerja. Serta SuperApps Keluarga, platform digital terpadu untuk layanan keluarga, KB, parenting, hingga perlindungan sosial.
Prof. Budi menegaskan bahwa keberhasilan program Keluarga Berencana (KB) dan percepatan penurunan stunting, menjadi bukti pendekatan berbasis keluarga dan konvergensi lintas sektor mampu menghasilkan dampak nyata.
“Keberhasilan KB dan stunting membuktikan, ketika keluarga dijadikan pusat kebijakan, hasilnya bukan hanya teknis. Tetapi juga transformatif,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....