Kemendikdasmen Dorong Kerja Sama dengan Sekolah Swasta Terakreditasi
- 25 Jun 2025 21:31 WIB
- Medan
KBRN, Medan: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyikapi keterbatasan daya tampung sekolah pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) di berbagai wilayah. Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, mendorong pemerintah daerah melakukan peningkatan akses dan pemerataan mutu pendidikan, melalui kerja sama dengan sekolah swasta yang terakreditasi.
"Pemerintah terus berupaya meningkatkan akses dan pemerataan mutu pendidikan melalui kerja sama dengan sekolah-sekolah swasta terakreditasi. Membantu siswa dari keluarga tidak mampu bersekolah di swasta," ujar Atip, dalam keterangan resmi yang diterima, Selasa (24/6/2025).
Sebelumnya, dalam peresmian gedung baru SDI Persis 55 Serang, Wamen Atip sempat berdiskusi dengan Sekretaris Daerah Kota Serang, Nanang Saefudin, dan Kepala SDI Persis 55 Serang, Hasbullah, terkait pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) di wilayah tersebut. Diskusi mencakup isu daya tampung sekolah dan pentingnya dukungan pemerintah terhadap siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri.
Pada kesempatan tersebut, Kepala SDI Persis 55 Serang, Hasbullah, menyampaikan pelaksanaan SPMB di sekolahnya berjalan lancar. Namun masih banyak calon siswa yang belum tertampung karena keterbatasan ruang kelas.
Ia berharap ke depan kapasitas sekolah dapat ditingkatkan, agar semakin banyak anak yang dapat mengakses pendidikan.
Wamen Atip juga mengapresiasi kondisi lingkungan sekolah yang dinilai bersih dan nyaman sebagai pendukung proses belajar mengajar. Ia menekankan tampilan fisik sekolah yang rapi dan sehat mencerminkan kemajuan pendidikan.
“Fasilitas pendidikan yang bersih menunjukkan perhatian terhadap kesehatan dan kenyamanan belajar. Bukan sekadar kemewahan,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya peran guru dalam membentuk karakter dan mencerdaskan peserta didik. Menurutnya, guru tidak bisa digantikan oleh teknologi, karena pendidikan pada hakikatnya adalah proses membimbing dengan hati dan keteladanan.
“Teknologi adalah alat bantu, tetapi nilai-nilai dan keteladanan tetap diberikan oleh guru. Itulah mengapa guru harus terus didukung kesejahteraannya dan ditingkatkan kompetensinya,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....