Debat Paslon Tanjungbalai, BPJS Nelayan hingga BBM Nyasar

  • 21 Nov 2024 00:58 WIB
  •  Medan

KBRN, Tanjungbalai: Program dukungan terhadap para nelayan kecil menjadi isu yang dibahas dalam debat publik kedua Paslon kepala daerah Tanjungbalai. Pada debat Paslon walikota dan wakil walikota Tanjungbalai, Rabu (20/11/2024) malam, penyediaan 10 ribu BPJS Ketenagakerjaan hingga distribusi BBM bersubsidi menjadi sorotan.

Debat publik yang berlangsung di Ballroom Grand Singgie Hotel, Tanjungbalai isu perlindungan nelayan masuk dalam sesi subtema sosial budaya.

Calon Walikota Tanjungbalai nomor urut 03, Eka Hadi Sucipto berjanji akan memberikan perlindungan ketenagakerjaan melalui program BPJS. Bahkan, pasangan yang mengusung tagline Eka Winner ini siap memberikan kemudahan dalam hal pengurusan surat ijin nelayan.

"Kami punya program akan memberikan asuransi ketenagakerjaan untuk masyarakat buruh nelayan dengan kuota 10 ribu nelayan. Kemudian berikan perijinan dengan tidak sulit, bahkan jemput bola. Selama ini sulit mengurus ijin nelayan. Jadi, kita harus jemput bola sehingga mereka punya ijin nelayan," katanya.

Sementara, calon Walikota nomor urut 01, Mahyaruddin Salim juga menjamin seluruh nelayan akan dilindungi dengan BPJS ketenagakerjaan. Namun, mereka menyoroti distribusi BBM nelayan bersubsidi tidak tepat sasaran (nyasar).

"Saya sudah turun langsung, bagaimana ketersediaan BBM untuk nelayan di bawah 5 GT masih sulit dapatkan BBM bersubsidi. Padahal, kuota Tanjungbalai lebih besar dari kota lain. Kami akan mendorong dinas terkait untuk lakukan pencegahan agar tidak ada penyalahgunaan BBM bersubsidi untuk nelayan," ucapnya.

Sedangkan, calon Walikota nomor urut 02, Waris Thalib mengaku selama menjabat walikota sebelumnya, pemko sudah mendata 5 ribu warga masuk program BPJS ketenagakerjaan.

"Kami telah melakukan itu dengan sudah hampir 5 ribu masuk program BPJS. Kemudian subsidi BBM juga. Kemudian zona wilayah yang boleh atau tidak boleh tangkap ikan. Kita kerja sama dengan aparat keamanan untuk turut mengawasi," katanya.

Seperti diketahui, pada debat publik kedua paslon walikota dan wakil walikota Tanjungbalai mengusung tema 'hukum, sosial budaya, pemuda dan olahraga'. Debat berlangsung selama kurang lebih 2,5 jam dengan menghadirkan tujuh segmen.

Debat publik disiarkan secara langsung melalui Pro 1 RRI Medan dan RRI SP Tanjungbalai. Serta kanal YouTube KPU Tanjungbalai dan RRINET_MEDAN.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....