Kabau Saudara Petai dan Jengkol

  • 02 Jun 2024 16:42 WIB
  •  Medan

KBRN, Medan: Kabau adalah lalapan sejenis jengkol atau petai yang tumbuh di hutan Sumatera dan berbau tidak sedap.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kabau adalah pohon yang agak besar, kayunya awet, digunakan untuk papan, buahnya berbau tidak sedap seperti jengkol.

Buah kabau berbentuk lonjong dan di dalamnya terdapat biji kabau yang biasanya memiliki isi 8 sampai 12 biji dan biji kabau itulah yang dijadikan lalapan.

Kabau juga memiliki aroma yang menyengat dan tidak sedap seperti jengkol dan petai. Tapi, inilah yang membuat buah kabau banyak dikonsumsi untuk menjadi lalapan. Uniknya, kabau dipercaya dapat menambah nafsu makan.

Walaupun beraroma tidak sedap, kabau memiliki beberapa manfaat diantaranya membantu melancarkan pencernaan, ⁠ sumber fosfor, ⁠baik untuk jantung, ⁠nutrisi untuk tulang dan gigi.

Cara menyajikan kabau tergolong mudah. Pertama, kupas kulit kabau lalu dibersihkan. Selanjutnya, buah kabau ditumbuk agak kasar dan dicampur dengan sambal bersama nasi atau kabau dapat dicampur dengan sambal dan ikan teri.

"Rasa kabau itu sama seperti jengkol hanya saja baunya jauh lebih menyengat," kata Dinda Alamanda seorang penikmat kabau.

Kabau biasanya dijual di pasar-pasar tradisional. Saat lagi musim biasanya harga kabau tergolong murah tapi saat sedang tidak musimnya harga kabau bisa mencapai Rp60.000 sampai Rp80.000/kg.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....