Matcha Latte ala Jepang ternyata Punya Trik Biar Nggak Pahit
- 29 Sep 2026 23:42 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Matcha latte kini semakin mudah ditemui, mulai dari kedai kopi hingga dibuat sendiri di rumah. Namun, menghasilkan secangkir matcha latte yang lembut, tidak terlalu pahit, dan memiliki aroma khas ternyata bukan hanya soal mencampurkan bubuk matcha dengan susu.
Pemilihan kualitas matcha, cara mengocok bubuk teh, hingga jenis susu yang digunakan menjadi beberapa faktor yang menentukan cita rasa minuman berwarna hijau ini.
Dikutip dari IDN Times, matcha merupakan bagian penting dalam budaya minum teh Jepang. Bubuk teh hijau ini dibuat dari daun teh yang diproses dan digiling hingga menjadi bubuk halus. Karakter rasanya cenderung khas, mulai dari sedikit pahit hingga memiliki cita rasa umami.
Lantas, apa saja yang membuat matcha latte terasa lebih nikmat?
1. Pilih matcha dengan kualitas baik
Kualitas matcha menjadi salah satu kunci utama. Matcha yang baik umumnya memiliki warna hijau cerah, aroma segar, serta cita rasa umami yang lebih terasa.
Sementara itu, matcha dengan kualitas lebih rendah cenderung memiliki rasa pahit atau sepat yang lebih dominan. Karena itu, pemilihan bubuk matcha dapat disesuaikan dengan cara penyajiannya, termasuk ketika akan dicampurkan dengan susu.
2. Jangan asal mencampur matcha dengan air
Teknik mencampurkan matcha juga berpengaruh terhadap hasil akhirnya. Dalam tradisi Jepang, bubuk matcha biasanya dikocok menggunakan chasen, yaitu pengocok tradisional yang terbuat dari bambu.
Matcha dicampur dengan sedikit air hingga menjadi larutan yang halus sebelum dipadukan dengan susu. Pengocokan membantu mengurangi gumpalan sekaligus menghasilkan tekstur yang lebih lembut.
Bagi yang tidak memiliki chasen di rumah, alat pengocok lain tetap dapat digunakan. Yang terpenting, bubuk matcha tercampur rata dan tidak menggumpal.
3. Gunakan susu yang sesuai
Susu memberikan tekstur creamy sekaligus membantu menyeimbangkan karakter matcha yang cenderung pahit.
Susu sapi dapat memberikan rasa yang lebih gurih dan lembut. Sementara itu, susu oat, kedelai, atau almond dapat menjadi pilihan bagi mereka yang menyukai karakter rasa berbeda atau menghindari produk susu.
Jenis susu yang digunakan pada akhirnya dapat disesuaikan dengan selera. Tidak ada satu pilihan yang wajib digunakan untuk menghasilkan matcha latte yang nikmat.
4. Perhatikan keseimbangan rasa
Matcha latte yang enak bukan berarti harus terasa sangat manis. Justru, rasa khas matcha tetap perlu dipertahankan agar karakter minuman tidak hilang setelah dicampur susu.
Jika terasa terlalu pahit, sedikit pemanis dapat digunakan. Namun, takarannya sebaiknya disesuaikan secara bertahap agar rasa umami dan aroma matcha tetap terasa.
5. Topping bisa jadi sentuhan akhir
Bagi yang ingin membuat matcha latte lebih menarik, topping dapat menjadi pilihan. Krim, bubuk kayu manis, vanila, atau potongan buah seperti stroberi dapat memberikan variasi rasa sekaligus membuat tampilannya lebih menggoda.
Meski begitu, topping sebaiknya tidak terlalu banyak agar cita rasa utama matcha tetap menjadi bagian yang dominan.
Matcha latte pada akhirnya bukan sekadar perpaduan bubuk teh hijau dan susu. Cara memilih bahan, mencampurkan matcha, serta menyeimbangkan rasa menjadi bagian penting untuk menghasilkan minuman yang lembut dan tetap mempertahankan karakter khasnya.
Bagi pencinta matcha, membuatnya sendiri di rumah juga bisa menjadi kesempatan untuk bereksperimen menemukan perpaduan rasa yang paling sesuai dengan selera.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....