Mengenal Lebah Penyengat dan Non-Penyengat, Penghasil Madu Karakter Berbeda

  • 22 Jun 2026 16:14 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID - Medan – Madu merupakan salah satu produk alami yang banyak diminati masyarakat karena memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan. Namun, tidak semua madu dihasilkan oleh jenis lebah yang sama. Secara umum, lebah penghasil madu dibedakan menjadi lebah penyengat dan lebah non-penyengat yang memiliki karakteristik berbeda.

Lebah penyengat, seperti dari genus Apis, dikenal memiliki sengat sebagai alat pertahanan diri. Jenis ini antara lain lebah madu hutan, lebah lokal, dan lebah ternak yang banyak dibudidayakan peternak. Produksi madunya relatif lebih banyak dengan rasa yang cenderung manis dan tekstur yang lebih kental.

Sementara itu, lebah non-penyengat atau kelulut (Trigona dan Tetragonula) tidak memiliki sengat sehingga lebih aman untuk dibudidayakan di lingkungan permukiman. Meski ukuran tubuhnya lebih kecil, lebah ini mampu menghasilkan madu dengan cita rasa khas yang cenderung lebih asam dan mengandung kadar air lebih tinggi dibandingkan madu dari lebah penyengat.

Menurut peternak madu, Aam Hasanuddin,S.Hut pemilik peternakan lebah madu Flora Nauli Jalan .Setia Negara 1 - SiantarHasanuddin mengatakan kedua jenis lebah tersebut memiliki keunggulan masing-masing. Lebah penyengat unggul dalam jumlah produksi madu, sedangkan lebah non-penyengat lebih mudah dipelihara dan menghasilkan madu yang memiliki nilai ekonomi cukup tinggi di pasaran.

"Saya punya areal tidak begitu luas hanya cocok dengan vegetasi habitat alam yang cocok dengan lebah madu, banyak pohon penghasil bunga yang disuka lebah madu

Ada dua jenis lebah yg dibudidayakan, lebah penyengat dan non penyengat dan jenis madu ditentukan oleh sari bunga yang diserap , ada madu bunga liar,Kaliandra dan bunga lainnya",ujarnya kepada RRI.CO.ID pada Minggu, 21 Juni 2026 .

Sementara itu pecinta madu lebah non-penyengat mengaku menyukai madu ini karena rasanya yang khas serta dipercaya memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.

" Saya rutin mengonsumsi madu tersebut karena menyukai rasanya dan merasakan manfaatnya untuk menjaga stamina. saya sehari - hari, saya biasa konsumsi madu dicampur air untuk diminum ",ucap Novariny pelanggan setia lebah madu Flora Nauli.

Selain menghasilkan madu, kedua jenis lebah juga berperan penting dalam proses penyerbukan tanaman yang mendukung keberlanjutan ekosistem dan produktivitas pertanian.

Masyarakat diimbau untuk mengenali asal-usul madu yang dikonsumsi agar dapat memahami karakteristik rasa, tekstur, serta manfaat yang ditawarkan oleh masing-masing jenis lebah penghasil madu. Dengan semakin berkembangnya budidaya lebah di berbagai daerah, keberadaan lebah penyengat maupun non-penyengat diharapkan dapat terus mendukung peningkatan ekonomi masyarakat sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....