Kue Tradisional Sebagai Kue Nusantara Membawa Jejak Sejarah
- 28 Apr 2026 11:31 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan – Keanekaragaman kuliner Indonesia bukan hanya terletak pada lauk pauk dan hidangan beratnya, tetapi juga pada kue-kue tradisional yang menjadi cerminan kekayaan budaya bangsa. Kue Nusantara membawa jejak sejarah, aroma rempah, dan rasa manis alami yang menggugah selera.
Berbeda dengan kue modern yang banyak mengandalkan bahan olahan, kue-kue tradisional Indonesia lahir dari bahan sederhana namun diolah dengan kearifan lokal yang tinggi. Mulai dari tepung beras, kelapa, santan, hingga gula merah semua berpadu menciptakan harmoni rasa yang sulit ditandingi.
Salah satu daya tarik kue Nusantara terletak pada bahan-bahannya yang alami. Seperti kue lupis dari Jawa yang lembut dengan balutan kelapa parut dan siraman gula merah cair, atau kue talam ubi dari Sumatra dengan cita rasa manis gurih yang seimbang.
Tidak hanya lezat, sebagian besar kue tradisional juga memiliki nilai gizi yang baik karena bahan dasarnya berasal dari tumbuhan lokal yang kaya serat dan bebas bahan pengawet.
Dosen kuliner dari Universitas Negeri Medan, Dr. Nuraini Lubis, M.Pd., mengatakan kue tradisional adalah bentuk warisan budaya tak benda yang mencerminkan kearifan masyarakat lokal.
“Kue Nusantara bukan sekadar makanan ringan. Ia menyimpan nilai-nilai sosial, seperti gotong royong dalam proses pembuatannya dan penghormatan terhadap alam melalui penggunaan bahan alami,” ujarnya kepada RRI Medan.
Indonesia memiliki lebih dari 1.000 jenis kue tradisional, masing-masing dengan karakter rasa dan filosofi tersendiri. Di Aceh, ada kue timphan yang lembut dengan aroma pandan dan pisang raja.
Di Jawa Tengah, klepon menjadi ikon dengan ledakan gula merah di setiap gigitannya. Sementara di Sulawesi, barongko berbahan dasar pisang yang dibungkus daun pisang, memberi sensasi lembut dan harum alami.
Kue-kue ini tidak hanya disantap sebagai camilan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam ritual adat dan keagamaan. Misalnya, kue cucur yang melambangkan rezeki, atau kue apem yang dihidangkan dalam acara doa bersama sebagai simbol permohonan ampunan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....