Dibalik Sensasi Pedasnya, Makan Seblak Punya Resiko yang Sering Diabaikan
- 31 Mar 2026 16:51 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Seblak jadi salah satu jajanan yang makin digemari, terutama di kalangan anak muda. Rasa pedas gurih dengan berbagai topping memang bikin nagih dan sulit ditolak.Tapi di balik popularitasnya, ada hal yang sering luput diperhatikan. Konsumsi seblak secara berlebihan ternyata bisa berdampak pada kesehatan, apalagi jika dijadikan menu rutin.Mengutip Alodokter, komposisi seblak umumnya didominasi kerupuk sebagai sumber karbohidrat, dengan tambahan topping seperti sosis, bakso, atau telur. Sayangnya, kandungan seratnya rendah, sementara kadar garam, lemak, dan penyedap rasa justru cukup tinggi.
Kalau dikonsumsi sesekali mungkin aman. Tapi ketika frekuensinya mulai sering, efeknya bisa mulai terasa bahkan tanpa disadari.
Lambung Lebih Rentan Iritasi, Kombinasi cabai, minyak, dan bumbu kuat bisa memicu iritasi pada lambung. Buat yang punya riwayat maag, kondisi ini bisa langsung terasa dalam bentuk nyeri ulu hati atau perut perih.
Tekanan Darah Bisa Ikut Naik, Seblak termasuk makanan dengan kandungan garam yang tinggi, apalagi jika ditambah topping olahan. Jika dikonsumsi terus-menerus, hal ini dapat meningkatkan risiko hipertensi.
Kerja Ginjal Jadi Lebih Berat, Ginjal harus bekerja ekstra untuk menyaring kelebihan garam dan zat tambahan seperti MSG. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa memengaruhi fungsi ginjal, terutama pada orang yang sudah memiliki riwayat penyakit.
Risiko Infeksi dari Proses Pengolahan Seblak yang dijual di tempat kurang higienis berpotensi terkontaminasi bakteri atau virus. Dampaknya bisa berupa gangguan pencernaan seperti mual, muntah, hingga diare.
Memicu Asam Lambung Naik, Makanan pedas dan berminyak dapat memicu GERD. Gejalanya mulai dari rasa panas di dada, mual, hingga tenggorokan terasa tidak nyaman setelah makan.
Gangguan Metabolisme, Penggunaan bahan tambahan seperti MSG dan pengawet dalam jumlah tinggi berpotensi mengganggu metabolisme tubuh jika dikonsumsi terus-menerus.
Asupan Nutrisi Tidak Seimbang, Seblak bukan makanan yang kaya gizi. Minimnya serat, vitamin, dan mineral membuatnya kurang ideal jika dikonsumsi terlalu sering, apalagi sebagai pengganti makanan utama.
Risiko Penyakit Kronis dalam Jangka Panjang, Kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi garam dan lemak seperti seblak dapat meningkatkan risiko penyakit kronis, mulai dari hipertensi hingga gangguan metabolik lainnya.
Meski punya sejumlah risiko, bukan berarti seblak harus dihindari sepenuhnya. k uncinya ada pada porsi dan frekuensi. Seblak memang jadi comfort food buat banyak orang. tapi kalau dikonsumsi tanpa kontrol, efeknya bisa terasa dalam jangka panjang. menjadikannya sebagai camilan sesekali, bukan kebiasaan harian,adalah langkah sederhana untuk tetap bisa menikmati tanpa harus mengorbankan kesehatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....