Ampo, Warisan Budaya Unik Bantul
- 21 Jun 2025 23:27 WIB
- Medan
KBRN, Medan : Dari dapur sederhana di Imogiri, Bantul, lahir sebuah kuliner unik yang terbuat dari bahan tak biasa, yakni tanah liat. Makanan khas ini dikenal dengan nama ampo, camilan tradisional yang baru saja ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia.
Ampo bukan sembarang makanan. Proses pembuatannya memerlukan ketelitian dan tanah yang sangat spesifik.
Bapak Poniya, salah satu dari tiga pengrajin ampo yang tersisa di Imogiri, mengungkapkan bahwa tidak semua tanah dapat digunakan untuk membuat ampo. Tanah pilihan yang ia gunakan diambil khusus dari kawasan pegunungan Imogiri, tepatnya di sekitar kompleks makam raja-raja.
"Tanahnya harus bersih, tidak bercampur pasir, dan saya hanya mengambil dari pegunungan dekat makam raja-raja," jelas Poniya kepada RRI Medan melalui sambungan telepon, Sabtu (21/6/2025).
Selama bertahun-tahun, ampo hasil buatan Poniya dikirimkan ke pasar-pasar tradisional di Yogyakarta. Dahulu, camilan ini cukup digemari masyarakat, namun seiring waktu, peran ampo mulai bergeser. Kini, ampo lebih sering digunakan sebagai pelengkap sesajen dalam ritual tradisional dan dipercaya mampu menghilangkan rasa pahit pada daun pepaya, bukan lagi dinikmati sebagai camilan sehari-hari.
Keberadaan ampo yang semakin langka menjadi pengingat pentingnya menjaga dan melestarikan kuliner tradisional yang sarat makna budaya. Penetapan ampo sebagai Warisan Budaya Takbenda diharapkan mampu membangkitkan kembali minat masyarakat terhadap makanan unik ini, sekaligus menjaga kelestariannya di tengah gempuran makanan modern.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....